Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Medan

Protes, Puluhan Jurnalis Bone Demo Denpom

Rabu, 17 Oktober 2012 19:41 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, BONE - Kecaman atas aksi kekerasan terhadap jurnalis oleh oknum anggoa TNI AU di Riau meluas. Puluhan jurnalis di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berunjuk di Markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) VII/III Wirabuana mengecam pemukulan yang dilakukan oknum TNI AU Riau terhadap sejumlah jurnalis yang meliput jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU, Rabu (17/10/2012).


Unjuk rasa yang diawali dengan aksi long march sambil berorasi menuju Markas DENPOM ini sempat diwarnai adu mulut antara puluhan pungunjuk rasa dengan sejumlah personel Denpom yang melakukan penjagaan. Hal itu lantaran sejumlah jurnalis nekat menggelar orasi di dalam Markas Denpom.


Sambil berorasi puluhan jurnalis menggelar aksi pencopotan ID card sebagai simbol kekecewaan terhadap oknum TNI AU yang dinilai menciderai aktivitas jurnalistik.


Pengunjuk rasa diterima langsung oleh Komandan Denpom VII/III Wirabuan Letkol CPM Sudarto. Sudarto menyatakan bahwa yang berhak memproses pelaku kekerasan terhadap jurnalis di Riau adalah Markas TNI AU di Makassar.


"Tolong tenang, kami di sini tidak berhak memproses, yang berhak itu Markas Angkatan Udara di Makassar sana. Tapi terkait dengan peristiwa ini saya berjanji akan mencegah tindakan anarkis aparat kepada wartawan," ujar Sudarto.


Usai menggelar orasi di Markas Denpom, puluhan jurnalis kemudian melanjutkan aksinya di perempatan Jalan Orde Baru-Petta Ponggawae sambil membakar ban bekas dan aksi tatrikal.


"Kami menuntut agar oknum tentara yang melakukan pemukulan terhadap jurnais di Pekan Baru, Riau segera dituntut karena sudah melangar Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999," tegas Rico, salah seorang Jurnalis.
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas