Pemko Tunda Pengosongan Pasar Buku
Alasan akan melakukan negosiasi dengan pedagang, pemko Medan mengurungkan niat untuk melakukan pengosongan Pasar Buku
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Alasan akan melakukan negosiasi dengan pedagang, pemko Medan mengurungkan niat untuk melakukan pengosongan Pasar Buku. Seluruh pasukan ditarik mundur, sementara pedagang bersorak sorai dalam kemenangannya memukul balik pasukan pemko.
"Kita lakukan negosiasi dulu, karena mereka meminta demikian," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan M Sofyan.
Meski telah ditegaskan melalui surat resmi pemerintah Kota Medan agar Pasar Buku di Lapangan Merdeka dikosongkan, hingga hari yang ditentukan untuk pengosongan, pemko tak kuasa untuk mengosongkan lahan itu.
Petugas satuan polisi pamong praja, polisi, dan TNI tidak berani melakukan pengosongan. Mereka hanya saling bertatap muka dan mendengarkan ceramah pedagang buku. Mereka berdiri berhadapan, dan hanya mengakibatkan kemacetan besar di Kota Medan.
Pedagang berhasil menyalakan api di Jl Stasiun tepat di depan Stasiun Kreta Api Medan. Sebelumnya, aparat menghalangi mereka menyalakan api dengan membakar ban bekas dan balok kering.
Kemacetan panjang pun terjadi, saat aksi semakin memanas. Pedagang terus berupaya menghalangi upaya pemko Medan dalam mengosongkan lahan berdagang tersebut.
Pemerintah Kota Medan dalam rangka melakukan pengosongan lokasi berjualan buku di Sebelah Timur Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/6/2013). Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja telah mengatur barisan, sementara pedagang merapatkan barisan sembari menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.
Berbagai poster dan bendera merah putih dikibarkan sebagai lambang perlawanan. Mereka terus melantunkan lagu kebangsaan dan mengibarkan poster-poster yang mereka usung.
Puluhan pedagang buku di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/6/2013) pukul 10.00 WIB. Mereka berkumpul di gapura lokasi berjualan buku yang telah ditempati bertahun lamanya.
"Mari teman-teman, yang merasa pedagang buku yang haknya dirampas," ujar orator memandu rekan-rekannya sembari yang lain membagikan selebaran berupa poster.
Mereka mulai turun ke jalan Bukit Barisan, arah ke datangan dari aparat kepolisian, Satpol PP, dan juga anggota TNI.
Sementara pedagang bergabung dengan Ormas Ikatan Pemuda Karya (IPK) PAC Medan Barat. Mereka akan menentang kebijakan untuk merelokasi mereka dari lokasi berjualan selama ini.
Pantauan Tribun Medan di lokasi berjualan buku di sebelah timur Lapangan Merdeka Medan, sebagian kecil pedagang yang masih bertahan menggelar dagangannya sejak pagi. Mereka seakan tidak perduli dengan teguran dari pemerintah kota untuk mengosongkan lahan itu.
Seperti, Kamis (20/6/2013) sekitar pukul 09.00 WIB, pedagang memasang spanduk di pintu utama. "Kami menolak penggusuran pedagang lapangan merdeka secara semena-mena," demikian tulisan di kain putih itu. Disertai dengan bubuhan ribuan tandatangan.