Pemko Tunda Pengosongan Pasar Buku
Alasan akan melakukan negosiasi dengan pedagang, pemko Medan mengurungkan niat untuk melakukan pengosongan Pasar Buku
Di sisi lain, pintu-pintu kecil akses ke lokasi tersebut ditutup menggunakan tali nilon. Mereka menaruh besi bekas di pintu-pintu kecil itu. Di sisi lainnya, sejumlah perempuan membentangkan kain putih dan meminta setiap orang yang lewat membubuhkan tandatangan di kain tersebut.
Ratusan personil Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disiagakan di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/6/2013). Hari ini, batas terakhir yang diberikan pemerintah kota Medan, bagi pedagang buku di Lapangan Merdeka untuk mengosongkan lokasi itu.
Lokasi berdagang buku yang direncanakan untuk pembangunan Skybridge, menunjang pengoperasian Bandara Kualanamu Deliserdang ini harus segera dibangun. Yang juga merupakan program pembangunan nasional. Sehingga, arus penumpang dari stasiun kereta api Medan menuju dan dari Bandara Kualanamu bisa berjalan lancar.
Pemerintah kota telah memperingatkan dan telah mencabut izin berdagang di lokasi sebelah Timur Lapangan Merdeka Medan ini. Demikian pun, pedagang masih saja berjualan di sana. Padahal, pemerintah kota telah bekerjasama dengan PTKAI bahwa lahan relokasi yang baru di Jl Pegadaian. Lahan yang merupakan milik PTKAI itu diperuntukkan sebagai tempat baru bagi para pedagang.
Berhubung waktu pembangunan semakin sempit, maka pemerintah kota memilih untuk mengambil langkah agresif. Karena selama ini, langkah persuasif tidak diindahkan para pedagang.
(afr/tribun-medan.com)