Program Smart City yang Dibangun Pemko Siantar Duplikasi Surabaya

Program Smart City Kota Pematangsiantar saat ini sudah masuk pada tahap pelelangan program

Tayang:
Renward Simanjuntak, Kepala Bappeda Kota Pematangsiantar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com,SIANTAR - Program Smart City Kota Pematangsiantar saat ini sudah masuk pada tahap pelelangan program, Jumat (16/9/2016).

Program yang disediakan anggaran Rp 2 M oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar, dalam APBD Kota Pematangsiantar Tahun 2016 ini direncakan dibangun menyerupai milik Pemerintah Kota Surabaya.

"Ada berbagai masukan yang kita dapat untuk mengembangkan program Smart City ini. Tapi secara keseluruhan kita akan bangun seperti milik Surabaya," ujar Renward Simanjuntak, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Pematangsintar saat berbincang dengan Tribun-Medan.com di Kompleks DPRD Kota Pematangsiantar.

Menurut Renward, Program Smart City ini saat ini sudah masuk tender ini tidak akan menghabiskan seluruh anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar.

"Anggaran Smart City ini yang kita pakai tahun ini hanya Rp 550 Juta saja. Ngak Rp 2 M kita habiskan," ujarnya.

Kata Renward program ini akan dibangun hingga menyerupai Smart City Kota Pematangsiantar secara bertahap. "Tahun ini kami masih bangun pusat datanya saja dulu.

Terus kita kembangkan lah ditahun-tahun berikutnya dengan beragam aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mempermudah memperoleh layanan publik," ujarnya.

Kata Renward jika program Smart City tersebut sudah terbangun secara utuh, masyarakat Kota Pematangsiantar akan memiliki kemudahan dalam mengurus izin, mendapat antrian puskesmas, dan mengajukan keluhan kepada pemerintah.

"Nanti kalau sudah terbangun. Masyarakat tidak perlu datang untuk antri. Semua sudah online nomor antrianya. Saat mau ngurus izin-izin pun begitu. Bahkan untuk mengajukan keluhan kepada pemerintah juga nanti online. Jadi public hiring pun nanti bisa secara online, musrembang-musrembang yang saat ini masih ada, lama-lama akan berkurang," ujarnya.

(ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved