News Video
Korban Bentrokan UIN Sumut Dapat Perawatan Intensif
Sedikitnya sepuluh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Haji, Medan.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Sedikitnya sepuluh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Haji, Medan.
Mereka mengalami luka benda tumpul maupun senjata tajam setelah diserang oleh massa dari Sapma Pemuda Pancasila. Bahkan, satu mahasiswa dikabarkan dicangkul pada bagian kepala.
Seorang mahasiswa UINSU sekaligus Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Anak Medan, menjelaskan, bentrokan dikarenakan rebutan lahan lapangan futsal.
Baca: Situasi Kampus UIN Mencekam
"Pada waktu itu, ada mahasiswa Tarbiyah main futsal datanglah Habibi alias Bibi selaku ketua Pusbanglis (bagian bisnis kampus) meminta lapangan futsal dikosongkan. Habibi ini alumni Sapma PP UINSU. Alhasil cekcok dan permainan futsal dihentikan," ujarnya di Rumah Sakit Haji, Medan, Senin (21/11/2016).
Ia menyampaikan, para mahasiswa enggak terima diberhentikan paksa. Karena itu, pertikaian meluas, aktivis PMII sekaligus mahasiswa Tarbiyah dipukul oleh Habibi.
"Tapi, pada hari Senin pagi (21/11/2016) terjadi aksi demo di Biro Rektorat UINSU. Untuk meminta keadilan, agar Habibi dapat sanksi. Apalagi kawan-kawan PMII enggak terima kawan-kawannya dipukuli oleh Habibi," katanya.
Dia menjelaskan, pada saat mahasiswa sedang demo, massa dari Sapma PP datang. Sehingga ada pertikaian. Namun tidak lama karena petugas keamanan kampus dan mahasiswa berhasil meredam keributan.
"Saat mau Zuhur, mahasiswa PMII dan Mapasta sedang berkumpul untuk bicara damai. Sekitar beberapa menit kemudian, datang Sapma PP menyerbu sehingga banyak korban," ujarnya.
Akibat bentrokan itu, banyak mahasiswa yang tergabung di Maspasta luka-luka. Mereka umumnya mengalami luka pada bagian kepala.
"Ada tiga orang yang pecah kepalanya, mereka diserbu di depan Sekret UKM. Kemudian, Sapma PP menyerbu ke Fakultas Dakwa UINSU. Disitu terjadi juga pertikaian, ada beberapa orang pecah kepalanya, kemudian polisi datang mengamankan," ungkapnya. (tio/tribun-medan.com)