Dinas Lingkungan Hidup 'Tidur', Buktinya Ada Lintah dan Kutu di Danau Toba
"Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Sumut turun tangan lah, karena pencemaran di sana sudah melewati ambang batas.
Penulis: Tulus IT |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Lingkungan Hidup DPRD Sumut Yantoni Purba, mengatakan Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Sumut tidur.
Pasalnya, berbagai bentuk pencemaran lingkungan di perairan Danau Toba selama ini telah berlangsung tanpa adanya tindakan tegas.
Baca: Konjen Jepang di Medan Buka Lowongan Kerja, Tangani Proyek Hibah Grassroots
Hal ini disinyalir menjadi faktor utama kemunculan hama air jenis lintah dan kutu di perairan Danau Toba yang mencuat belakangan ini.
Menurutnya, kondisi ini sangat miris mengingat pemerintah pusat sedang gencar memberikan perhatian penuh pengembangan pariwisata di kawasan yang digadang bakal menjadi Monaco of Asia tersebut.
"Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Sumut turun tangan lah, karena pencemaran di sana sudah melewati ambang batas. Yang kita lihat Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Sumut selama ini kan tidur," ujar Yantoni ketika ditemui di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Senin (20/2/2017).
Baca: Operasi Preman, Ini Harapan Kapolsek Kepada Warga
Menurut Yantoni, pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau bagi semua stakeholder untuk mengendalikan perusahaan penyumbang limbah pencemar perairan Danau Toba. Namun, hal ini tidak disambut dengan baik oleh pemerintah daerah.
"Ada tidak selama ini perusahaan-perusahaan itu ditindak tegas? Tidak ada kan. Padahal dari pengamatan kami banyak sekali perusahan penghasil limbah yang mencemari Danau Toba. Tetapi sampai saat ini belum ada yang ditindak Dinas Lingkungan Hidup Sumut," ujarnya.
Yantoni mengatakan dalam waktu dekat bakal mendata semua perusahaan yang terbukti berkontribusi merusak dan mencemari lingkungan.
Baca: 70 Narapidana Nyaris Kabur, Strategi Melarikan Diri Dibahas di Masjid Sejak Desember Lalu
Ia juga berjanji bakal mempublikasikan nama perusahaan yang terbukti menyumbang pencemaran lingkungan, termasuk di kawasan Danau Toba.
"Kami sudah programkan untuk menertibkan semua perusahaan perusak lingkungan di Sumut. Kami akan segera bergerak mengidentifikasi ini, dan dalam waktu dekat kami akan ekspos perusahaan mana saja yang merusak lingkungan itu," ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut ini.
Holmes Hutapea, aktivis lingkungan yang tergabung dalam Pejuang Danau Toba, mengungkapkan keberadaan lintah dan kutu sudah ada di perairan Danau Toba sejak 2015 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yantoni-purba-tribun_20170220_143517.jpg)