Ini Rencana Kalapas dan Tujuan Para Napi yang Berencana Kabur
Dan kemudian otaknya, si Jesudas alias Ones sepeninggakan si Khanafi setelah kami pindahkan 4 Februari ke Lapas I.
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pematangsiantar terus mengusut rencana kaburnya 70 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berhasil digagalkan.
Baca: Hari Pertama Terima Pengaduan Warga Ahok Marah-marah, Ternyata Gara-gara Ini
Ditemui diruangannya, Senin (20/2/2017) Kalapas Mananti Sukardi Sianturi menjelaskan, upaya kaburnya napi ternyata sudah direncanakan sejak Desember lalu.
Baca: Pengantin Pria Urung Muncul usai Mempelai Wanita Terima SMS Ini, Tamu Undangan Terbelalak
Perencanaan kabur, disebutnya telah dikondisikan beberapa napi yang menjadi dalang upaya percobaan melarikan diri. Bahkan Mananti sempat memdapat kabar sudah ada yang menunggu di luar area lapas.
Baca: Kisah Kakek Penjual Serabi yang Bikin Air Mata Menitik, Anda Pasti Terkejut Harga dan Rasanya
"Rencana kabur ini ternyata sudah lama, otaknya itu si Khanafi, yang tidak terima dengan hukuman seumur hidup. Dan kemudian otaknya, si Jesudas alias Ones sepeninggakan si Khanafi setelah kami pindahkan 4 Februari ke Lapas I. Saya juga langsung hubungi pihak Polres untuk menjaga di luar lapas, infonya kemarin sudah ada yang menunggu" kata Mananti Sukardi.
Baca: Pundak Kiri Aura Kasih di Video Underwater Jadi Sorotan, Ada Apa Gerangan
Lanjut Mananti menjelaskan, saat ini yang terlibat 50 sampai 70 orang napi dan tahanan. Di mana dari hasil interogasi, mereka telah berencana kabur setelah ada melakukan percakapan antar napi di beberapa lokasi di dalam Lapas.
Baca: Awalnya Dua ABG Duduk Berpangkuan, Akhirnya saat Diperiksa Celana Dalam Basah
"Mereka ini merencanakannya saat di musala, kantin, dan di sekitar gereja. Sering beberapa kali mereka terlihat kumpul-kumpul. Jadi sudah macam diset mereka siapa saja yang mengoordinir napi dan tahanan. Saya gak yakin cuma 50 sampai 70 orang saja, Jangan-jangan lebih. Karena info rencana mereka menyambung satu ke satu lainnya," jelasnya.
Baca: Alamak, Katanya Teman, Tapi Tega Gelapkan Motor Kawan Sendiri Karena Hal Ini
Untuk tindak lanjutnya, 12 napi sudah dipindahkan ke beberapa lapas lainnya. Di antaranya 2 orang ke Balige, 2 ke Siborong-borong, 1 ke Pakam, 1 ke Tarutung, 2 Tebingtingi, dan 4 orang ke Lapas I Medan.
Baca: Dinas Lingkungan Hidup Tidur, Buktinya Ada Lintah dan Kutu di Danau Toba
Saat ini Lapas juga akan melakukan perketatan terhadap penjagaan dan pemeriksaan rutin secara berkala. Dijadwalkan Selasa (21/2/2017) pukul 08.00akan dilaksanakannya apel di Lapas untuk menguatkan koordinasi semua staleholder.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mananti-sukardi-sianturi-tribun_20170220_154255.jpg)