Breaking News

Dua Wisatawan yang Hilang di Air Terjun Jambuara Tak Kunjung Ditemukan

Sejumlah tim penyelamat dikerahkan dari kepolisian Resort Simalungun, Polsek Tanah Jawa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Asahan.

Dua Wisatawan yang Hilang di Air Terjun Jambuara Tak Kunjung Ditemukan
Tribun Medan/Dedi
Polisi dan warga mencari dua yang hilang di Air terjun Jambuara yang berada di Dusun Hutalima, Desa Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, Minggu (2/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Icen (18) dan Bulah (19), wisatawan lokal yang hilang saat mandi di pusara air terjun Jambuara Simalungun belum juga ditemukan karena terseret arus hingga tenggelam hingga pukul 12.14 WIB, Senin (3/7/2017)

Dua pemuda berusia belasan tahun ini sudah dua hari hilang sejak Minggu sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga keduanya tergulung di dalam pusara air terjun yang memiliki ketinggian 30 meter di Huta V Pondok V Nagori Buntu Bayu Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.

Amatan Tribun-medan.com, di lokasi air terjun yang dikelilingi tebing-tebing batu dan pepohonan hijau.

Sejumlah tim penyelamat dikerahkan dari kepolisian Resort Simalungun, Polsek Tanah Jawa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Asahan. Selain itu, warga setempat dan disebutkan pihak keluarga korban juga sudah sejak pagi berada di lokasi.

Baca: BREAKING NEWS: Digulung Arus Sungai Air Terjun Jambuara, Dua Wisatawan Hilang

Baca: Dua Wisatawan Hilang Terbawa Arus Air Terjun Jambuara

Seorang pengelola air terjun yang biasa disapa Pak Dedi mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. Dijelasakannya kalau korban hingga kini belum juga ditemukan.

"Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Memang pada malam hari sebelum kejadian airnya naik, airnya juga keruh kali warnanya kayak warna Kopi. Pihak keluarga dan lurah korban juga sudah di bawah (dekat air terjun) sejak pagi," katanya.

Diberitakan tribun medan.com sebelumnya, awalnya ada tiga wisatawan yang terseret arus lantaran tergulung derasnya arus di sekitar air terjun yang tingginya hampir 30 meter.

Ketiganya Icen seorang laki-laki (18), Bulah seorang laki-laki (19) warga Sei Alim Asak Kabupaten Asahan dan Hanafi (17) seorang pelajar warga Dusun IV Kecamatan Sei Dada Kabupaten Asahan.

Ketiga wisatawan sudah dilarang penjaga sekaligus pengelola Air Terjun untuk langsung mandi ke dalam sungai yang dekat dengan air terjun.

"Satu orang dapat diselamatkan. Dua orang terbawa arus dan masih dalam pencarian. Perlu dijelaskan bahwa sebelum kejadiaan tersebut, petugas jaga Air Terjun sudah berupaya melarang agar para pengunjung jangan ada yang langsung mandi di dalam sungai, namun larangan itu tidak diindahkan," jelas Anggota Humas Polres Fritsel.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved