Medan Terkini

Heboh Spanduk Bernarasi Rasis Menolak Ketua DPC PDIP Medan Hasyim

Beredar video spanduk dan foto penolakan Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim yang dipasang oknum tidak dikenal.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PENOLAKAN HASYIM: Beredar spanduk dan foto bernarasi rasis terkait penolakan Hasyim sebagai Ketua DPC PDIP, di Eks Kantor DPC PDIP, Medan Petisah dilihat, Kamis (25/9/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dugaan gejolak politik internal partai di Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Medan mencuat.

Beredar video spanduk dan foto penolakan Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim yang dipasang oknum tidak dikenal di eks Kantor DPC PDIP Medan, di Kecamatan Medan Petisah, dilihat pada Kamis (25/9/2025). 

Belum diketahui pasti kapan spanduk dan foto disebar oleh OTK. Namun, video spanduk dan tulisan bernarasi negatif pada individu Hasyim sudah beredar luas di sosial media. 

Spanduk dan foto beredar menyusul beredar video Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Medan Amplas, membacakan surat terbuka untuk mengganti Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim. 

Amatan Tribun-Medan.com, spanduk dan foto yang baru beredar bernarasi penolakan terhadap Hasyim untuk terpilih kembali menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan. Poster tersebut dipasang di Sekretariat lama, DPC PDI Perjuangan Kota Medan, di Medan Petisah.

Berikut tulisan pada poster tersebut :

"Kami kader PDI P Kota Medan yang militan menolak keras DPC (Dewan Pimpinan C***) Hasyim, SE untuk menjadi Ketua PDI P Kota Medan yang ke 3 (tiga) periode dan menolak Boydo H.K di PDI P karena terdaftar di MPI (Matahari Pagi Indonesia) binaan ormas Partai Gerindra"

Tidak Ada Ruang Bagi Tindakan Rasis 
di PDI Perjuangan

Kader PDIP, Sutrisno Pangaribuan kepada Tribun-Medan.com mengatakan, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan kota Medan tidak perlu reaktif terhadap tindakan yang dilakukan oknum tidak dikenal. 

"DPC tidak perlu reaktif atas tindakan pengecut dari makhluk halus (siluman), yang mengaku kader militan, memasang spanduk berbau rasis di eks kantor DPC PDI Perjuangan Medan. Sesama Pengurus DPC PDI Perjuangan Medan pun seharusnya tidak perlu berbalas opini di media massa/pers, sebab persoalan spanduk sampah terlalu kecil untuk dibahas oleh para pengurus partai. Aksi saling mengomentari justru berpotensi menimbulkan masalah baru," kata Sutrisno Pangaribuan 

Sutrisno pun menyarankan semua kader partai perlu belajar dari pepatah lama Batak. 

“ndang matutung pamangan mandok api” artinya “mulut tidak terbakar dengan mengatakan api”. Maka jika benar para pengurus partai “terusik” karena spanduk, maka segera cari pelakunya, tangkap, dan antar ke Polrestabes Medan, untuk dilakukan proses hukum," ujarnya. 

Sebagai kader PDI Perjuangan, Sutrisno menyampaikan pandangan. Pertama, bahwa para kader PDI Perjuangan diminta menghentikan aksi saling berbalas pantun, saling lempar komentar di media massa pers yang dapat memperkeruh suasana.

"Kedua, bahwa Pengurus DPC PDI Perjuangan Medan perlu membentuk tim pencari fakta untuk menemukan sutradara, aktor intelektual, dan aktor lapangan pemasangan spanduk berbau rasis," katanya. 

Ketiga, bahwa seluruh tindakan kader harus berdasarkan AD/ART dan Peraturan PDI Perjuangan. Jika ada tindakan di luar itu, maka akan diberi sanksi sesuai aturan dan ketentuan partai.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved