Breaking News

Pria Ini Tak Kuasa Menahan Tangis saat Menunggu Anaknya yang Hilang Digulung Air Terjun

Air mata Mulyono menetes saat menunggu kepastian anaknya, Wahyu Indra Candra alias Icen yang tenggelam di pusara Air Terjun Jambuara sejak Minggu (2/7

Pria Ini Tak Kuasa Menahan Tangis saat Menunggu Anaknya yang Hilang Digulung Air Terjun
Tribun Medan/Dedy
Mulyono berulangkali menyeka air mata menunggu kabar anaknya di lokasi wistaa Air Terjun Jambuara, Hotunduan, Simalungun, Senin (3/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Air mata Mulyono menetes saat menunggu kepastian anaknya, Wahyu Indra Candra alias Icen yang tenggelam di pusara Air Terjun Jambuara sejak Minggu (2/7/2017) sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat itu anaknya bersama tiga rekan lainnya yang masih memiliki hubungan tetangga.

Berulang kali Mulyono menyeka pipinya, saat Tribun-medan.com mewawancarainya di pondok darurat yang berada sekitar 15 meter di hadapan Air Terjun Jambuara yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter, Huta V Pondok V Nagori Buntu Bayu Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Senin (3/7/2017).

Baca: BREAKING NEWS: Digulung Arus Sungai Air Terjun Jambuara, Dua Wisatawan Hilang

Baca: Dua Wisatawan Hilang Terbawa Arus Air Terjun Jambuara

Dirundung kedukaan, mata Mulyono yang tampak mengenakan jaket tebal berwarna hijau lumut juga terlihat memerah. Bersama sanak keluarga lainnya mereka terus memandangibke arah air terjun.

"Semalam mamaknya juga sudah melarang. Dia itu aturannya juga bantui saya manen seperti biasa. Tapi karena ada abangnya yang merantau pulang dia minta pergi (ke air terjun). Dia itu pergi berempat dengan teman lainnya," tutur Mulyono sembari menyeka air matanya.

Baca: Dua Wisatawan yang Hilang di Air Terjun Jambuara Tak Kunjung Ditemukan

Polisi dan warga mencari dua yang hilang di Air terjun Jambuara yang berada di Dusun Hutalima, Desa Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, Minggu (2/7/2017).
Polisi dan warga mencari dua yang hilang di Air terjun Jambuara yang berada di Dusun Hutalima, Desa Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, Minggu (2/7/2017). (Tribun Medan/Dedi)

Mulyono juga mengaku tak mempunyai firasat buruk bakal terjadi sesuatu musibah terhadap anak keduanya ini. Namun dikatakannya, di saat bersamaan, tangan dari abang Icen sempat terkena parang dan berdarah saat memotong-motong.

"Anak saya itu dia orangnya periang. Sambil sekolah dia bantui saya juga. Gak pernah dia nyusahi saya untuk uang sekolah. Dia meringankan saya," kata Mulyono terbata-bata menahan isak tangis.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved