TribunMedan/

Kasus Korupsi

KPK Pastikan Ada Anggota DPR Lainnya yang Susul Setya Novanto

"Sudah kami sebutkan di dalam dakwaan, di sidang, dan di tuntutan termasuk pihak-pihak yang diduga menikmati aliran dana,"

KPK Pastikan Ada Anggota DPR Lainnya yang Susul Setya Novanto
(KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI)
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/7/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP tidak berhenti dengan ditepakannya Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka.

Dalam pengembangannya kemungkinan akan ada Anggota DPR lain yang menyusul Setya Novanto menyandang status tersangka dalam kasus tersebut.

Baca: Cara Kerja Mengerikan Para Wanita Pemburu Sperma, Suntik Lelaki lalu Memperkosanya Beramai-ramai

Baca: Ini Alasan Jeremy Thomas Belum Laporkan Polisi yang Menganiaya Anaknya

Baca: Ada Penyebutan Pesta Seks saat Ceramah, Ustaz Syam Panen Protes, KPI Bereaksi

Baca: Iqbaal Coboy Junior Ingin Bangun Citra Baru Sebagai Pria Dewasa

Pastinya calon-calon tersangka itu tidak lepas dari sejumlah nama yang dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto disebut menerima aliran dana.

"Sudah kami sebutkan di dalam dakwaan, di sidang, dan di tuntutan termasuk pihak-pihak yang diduga menikmati aliran dana. Itu cukup banyak yang sudah kami sebutkan tentu akan kami proses lebih lanjut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin (17/7/2017) malam di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sayangnya Febri tidak merinci siapa anggota DPR RI yang akan dijadikan tersangka oleh KPK.

Febri juga meyakini penetapan tersangka kasus e-KTP adalah hal yang ditunggu-tunggu publik.

"Kami paham betul publik sangat menginginkan kasus e-KTP ditangani secara tuntas," katanya.

Atas penetapan tersangka pada Setya Novanto, Febri menyatakan penyidik akan memulai penyidikan baru.

Selanjutnya diikuti dengan analisis secara terus menerus untuk mengetahui pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

(Tribunnews/Theresia Felisiani)

 

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help