TribunMedan/

Catatan Kriminal

Paruk Tembak Kepala Edi Nuryanto Gara-gara Hal Ini, Mayat Dibuang ke Pinggiran Sungai

"Senpi yang saya pakai untuk menembak korban punya teman saya yang sudah meninggal, saya sendiri yang menembaknya,"

Paruk Tembak Kepala Edi Nuryanto Gara-gara Hal Ini, Mayat Dibuang ke Pinggiran Sungai
Tribun Sumsel/Darwin Sefriansyah
Para pelaku pembunuhan terhadap Edi Nuryanto, warga Gelumbang Muaraenim yang mayatnya ditemukan terikat dan luka tembak di kepala di pinggir sungai Ogan Kecamatan Lubuk Keliat Ogan Ilir. (Tribun Sumsel/Darwin Sefriansyah) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus penemuan mayat dengan posisi tangan dan kaki terikat dan luka tembak di kepala di bantaran Sungai Ogan, Desa Bantian, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sabtu (29/7/2017) sekitar pukul 07.00 WIB lalu, akhirnya terungkap.

Bahkan tidak sampai 24 jam empat tersangka eksekutor berhasil diciduk oleh Tim Rimau Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.

Mayat tersebut diketahui atas nama Edi Nuryanto (50), warga Desa Suka Medang, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim.

Baca: Saipul Jamil Sulit Terima Hukuman, Bang Ipul bukan Makan Uang Rakyat

Baca: Ternyata, Ini Alasan Sahrul Gunawan Batal Nikahi Gadis Pesantren 19 Tahun

Baca: Unik dan Cerdas, Tengok Trik Perempuan Ini, Penjahat Kelamin pun Bisa Hilang Nafsu

Celana dalam antipecelecehan. (Youtube)
Celana dalam antipecelecehan. (Youtube) (Youtube)

Para tersangka adalah Paruk (45) ditangkap di Tanjung Raja, pada Minggu (30/7/2017) sore, selaku eksekutor yang menembakkan senpi ke kepala korban.

Tersangka lainnya Sawaludin (45) diamankan di Desa Belanti, Tanjung Raja, Ogan Ilir. Lalu Zulyadi (43) ditangkap di Desa Srijabo, Pasar Sapi, Ogan Ilir dan tersangka Guntur (35) di terminal Ogan Ilir, Kecamatan Gelombang, Muara Enim.

Peristiwa penculikan dan pembunuhan tersebut, berawal dari tersangka Paruk melihat korban Edi di pinggir jalan, sehingga Guntur yang mengemudikan kendaraan Toyota Avanza langsung menghentikannya.

Sebab korban ada hutang pembelian tanah karet seluas 2 hektar seharga Rp 150 Juta di Gelumbang Muara Enim tahun 2011 yang belum ditepatinya.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help