Sungai Berwarna Merah Darah Sebabkan Arus Lalu Lintas Macet, Ternyata Ini
"Kurasa ada yang membuat air sungai ini jadi merah pasti ada yang membuang limbah sembarangan. Gak tahu limbah apa. Tidak ada bau amis darah”
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawaan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kehebohan warga dan pengguna jalan akibat fenomena sungai berwarna merah darah membuat arus lalu lintas di Jalan MH Sitorus mendadak terganggu.
Warga memadati satu lokasi menyaksikan aliran air sungai Bah Bolon dari atas jembatan, di Jalan MH Sitorus, Senin (7/8/2017).
“Gak tahu kok bisa gini. Aneh kali kurasa. Udah mau kiamat, udah mau kiamat ini, air sungai Bah Bolon berubah jadi darah,” ujar Fransisus warga Simarimbun yang hendak pergi kerja.
Baca: HEBOH, Mendadak Sungai Ini Berubah Merah Darah, Warga: Pertanda Apa Ini
Baca: ASTAGA, Tahanan Polrestabes Ini Bisa Kantongi Sabu Meski di Dalam RTP
Warga Timbang Galung, Eko menduga ada pembuangan limbah ke aliran sungai. Namun dirinya tak bisaenduga apakah limbah tekstil atau limbah darah.
"Kurasa ada yang membuat air sungai ini jadi merah pasti ada yang membuang limbah sembarangan. Gak tahu limbah apa. Tidak ada bau amis darah” kata Eko.
Informasi dihimpun, setelah ditelusuri ke hulu drainase, ditemui sumber warna merah tersebut. Warga menemukan sekarung goni yang menyumbat aliran air di Kelurahan Naga Huta Timur, Siantar Marihat.
Setelah diperiksa ternyata isi goni tersebut diduga pewarna benang. Goni tersebut diduga dibuang warga dan berserak ke aliran drainase.
Personel Polsek Marihat Aiptu P Sitorus di lokasi mengatakan air tercemar dari goni berisi diduga pewarna benang. Pihaknya juga sudah mengatur lalu lintas
"Ternyata diduga ada goni pewarna benang menyumbat air drainase,” pungkas Aiptu P Sitorus.
(dyk/tribun-medan.com)
*******
KLIK BERITA TERPOPULER LAINNYA