MENDESAK! Alasan Sumpek, DPR Perlu Gedung Baru

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjelaskan bahwa dengan alasan mendesak, DPR berencana membangun gedung baru.

Editor: Salomo Tarigan
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy (kedua kanan) menyerahkan laporan hasil kerja kepada pimpinan sidang, Fadli Zon (tengah), disaksikan Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) Wakil Ketua DPR Agus Hermanto (ketiga kanan), Taufik Kurniawan (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan), Kamis (20/7/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjelaskan bahwa dengan alasan mendesak, DPR berencana membangun gedung baru.

Rencananya Gedung Nusantara I atau Lokawirasabha setinggi 100 meter dengan 24 lantai yang disebut mengalami kemiringan 7 derajat bakal diberikan kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RU.

"Nggak dihancurkan. Dipakai DPD. Nah DPD juga kan belum punya tempat. Habis ditangkap ketua umumnya (Irman Gusman) belum punya gedung," kata Fahri kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Baca: Untuk Teman Wanita, Patrialis Akbar Diduga Upayakan Rp 2 M dengan Cara Ini

Baca: Tersedia 19.200 Formasi, Mau Tahu Jumlah Pelamar CPNS Hingga Hari Ini? Ini Update BKN

Baca: Novel Baswedan Kecewa Lagi Dibikin Polisi, Ini soal Saksi Kunci

 
Tanpa menjelaskan lebih jelas, Fahri lalu hanya menunjuk dengan jarinya saat ditanya dimana lokasi gedung baru bakal dibangun.

Dirinya hanya menjelaskan, bahwa gedung yang saat ini ada tidak lagi mampu menampung anggota DPR yang jumlahnya 560 orang.

Baca: ASTAGA! Rio Tak Sadar Ada Polisi, Artis Ini Terus Isap Sabu

Baca: Polemik Foto Jari Tengah yang Diperlihatkan Tora Sudiro di Belakang Polisi, Ini Penjelasannya

"Ini gedung heritage (warisan) nggak ada lagi penambahan tempat. Anggota DPR ini (akan) bertambah jadi 575. Dulu anggota DPR saat gedung itu dibangun tahun 1988 cuma 40 orang kurang. 40 orang nggak punya staf. Sekarang ini 575 dengan staf yang banyak. Satu orang bisa tujuh perbandingannya," kata Fahri.

Fahri juga menyebut, kini muncul badan-badan baru di struktur DPR yang sejalan dengan penambahan jumlah pekerja.

Tak cuma itu, wartawan hingga juga menurutnya bertambah banyak, mendesak DPR harus memperluas tempat kerja mereka.

Baca: Polemik Foto Jari Tengah yang Diperlihatkan Tora Sudiro di Belakang Polisi, Ini Penjelasannya

"Wartawan juga, dulu juga wartawannya juga cuma satu, wartawan TVRI sama RRI. Sekarang wartawannya seabrek, masa gue nggak nambah rumah. Ibarat tamu, kaliannya aja nambah. Masa kami nggak nambah ruangan. Kan sumpek. Nanti kalian juga sumpek," katanya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved