HMI dan KAHMI Apresiasi Bupati Tapsel Atas Penabalan Nama Perpustakaan Prof. Lafran Pane

Prof. Lafran Pane juga sudah dibuat menjadi nama jalan Pusat perkantoran pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan

HMI dan KAHMI Apresiasi Bupati Tapsel Atas Penabalan Nama Perpustakaan Prof. Lafran Pane
TRIBUN MEDAN/ist
Dialog Kebangsaan Menuju KAHMI Bermartabat dalam rangka Milad HMI yang ke-71 bersama  narasumber Presidium Majelis Nasional KAHMI Dr. Harry Azhar Aziz MA. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua MD KAHMI Kabupaten Tapanuli Selatan Borkat S. Sos menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M Pasaribu SH  yang menabalkan nama Prof. Lafran Pane untuk Perpustakaan Daerah Tapanuli Selatan.

Demikian dikatakan Borkat S. Sos pada acara Dialog Kebangsaan Menuju KAHMI bermartabat yang bertempat di Aula Hotel Mega Permata Padangsidimpuan, Senin (5/2/2017) dan dihadiri Dr. Ir. Akbar Tanjung, Presidium KAHMI yang juga Anggota BPK Dr. Harry Azhar Azis, Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu, Anggota DPR RI H. R. Mhd Syafii, Anggota DPRD Sumut Dolly Sinomba, Presidium Kahmi Sumut Nurlan Tamba, Sekda Tapsel Drs. Parulian Nasution MM, KAHMI/HMI se-Tabagsel.

"Jauh sebelum ditabalkannya Prof. Lafran Pane sebagai pahlawan nasional sudah memikirkan nama Prof. Lafran Pane untuk diabadikan menjadi nama perpustakaan umum Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, "ujar Ketua Dewan Penasehat KAHMI Tapsel H. Syahrul M Pasaribu. 

Baca: Wakil Ketua DPRD Sumut Ucapkan Selamat, Tribun-medan.com Capai Rekor 12 Juta Visitors

Baca: Terkait Pasar Marelan, Dirut PD Pasar : Persoalan Jangan Dibesar-besarkan

Dia juga menegaskan, Prof. Lafran Pane juga sudah dibuat menjadi nama jalan Pusat perkantoran pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi Jalan Prof. Lafran Pane.

Untuk itu Bupati dua periode pilihan rakyat tersebut berpesan kepada seluruh kader KAHMI/HMI agar menjaga nama baik perpustakaan yang telah diberi nama perpustakaan umum daerah Prof. Lafran Pane tersebut, "pungkasnya.

Sementara Penasehat KAHMI Nasional Dr. Ir. Akbar Tanjung menegaskan, komitmen keislaman harus menyatu dengan keindonesiaan, karena kedua hal tersebut merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Islam yang menghormati keanekaregaman antara suku dan agama itulah prinsip keislaman dalam prespektif keindonesiaan,"imbuhnya.

Akbar juga menegaskan, tujuan HMI terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam, dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil, makmur yang diridhoi Allah SWT.(*)

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help