Kenapa Pedagang Pasar Pringgan tak Mau Dikelola oleh Pihak Swasta?

"Kalau pasar Pringgan ini mau dikelola pihak swasta, enggak akan berkembang ini. Masalahnya inikan sudah dikelola oleh PD Pasar Kota Medan

Kenapa Pedagang Pasar Pringgan tak Mau Dikelola oleh Pihak Swasta?
Tribun Medan/Frengki
Pedagang Pasar Pringgan menolak dikelola oleh PT Parbens, Kota Medan, Jumat (13/4/2018). 

Laporan wartawan Tribun Medan, Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Puluhan pedagang Pasar Pringgan melakukan protes terhadap Wali Kota Medan, karena telah menunjukkan perusahaan swasta, yakni PT Parbens untuk mengelola pasar.

Pedagang mengatakan pasar tidak akan berkembang kalau dikelola pihak swasta.

Roslindawati Purba, sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Pringgan sekaligus pedagang di pasar tersebut, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Medan tidak boleh memberikan hak kelola kepada pihak swasta.

"Kalau pasar Pringgan ini mau dikelola pihak swasta, enggak akan berkembang ini. Masalahnya inikan sudah dikelola oleh PD Pasar Kota Medan, kok tiba-tiba keluar SK pasar Pringgan akan dikelola oleh pihak swasta ( PT Parbens)," ujarnya, Jumat (13/4/2018).

Pasar Pringgan memang diketahui sudah lama berdiri di Kota Medan. Pasar tersebut diperkirakan sudah berumur puluhan tahun, namun belum memiliki perkembangan signifikan.

Baca: Pedagang Menolak Pasar Pringgan Dikelola Perusahaan Swasta

Budi Ginting, juga senada dengan Ibu Roslindawati, dengan mengatakan pasar Pringgan akan baik dikelola oleh pihak Pemerintah Kota Medan atau PD Pasar.

"Kalau pasar ini dikelola swasta, lihat enggak ada perkembangan. Seng yang tempat jualan ini aja dari PD Pasar Kota Medan, bukan dari swasta," ujarnya.

Roslindawati juga menambahkan bahwa SK dikeluarkan oleh Pemkot Medan kepada PT PARBENS, sangat menimbulkan tanda tanya.

"Kenapa ada dua SK keluar. Tiba-tiba SK PT Parbens ditunjuk untuk mengelola pasar ini, sedangkan SK PD Pasar belum dicabut, ada apa," ucapnya dengan nada suara yang tinggi.

Ibu berjilbab hitam tersebut juga menjelaskan, bahwa seharusnya Walikota dan DPRD Kota Medan harus membantu pedagang tradisional.

"Kami pedagang Pasar Pringgan menolak PT Parbens dan pihak swasta lainnya mengelola pasar Pringgan. Walikota dan DPRD juga wajib mendukung program pak Jokowi untuk memajukan pasar tradisional. Kami juga meminta agar Walikota dan DPRD agar membantu para pedagang yang sudah terpuruk selam 20 tahun," jelasnya.

Rencana, para pedagang Pasar Pringgan Kota Medan, akan melakukan aksi unjuk rasa, Senin (16/4/2018) ke Kantor Walikota Medan.

Adapun tujuan aksi tersebut, agar Walikota Medan membatalkan PT PARBEN'S sebagai pengelola pasar, dan pengelolaan pasar tersebut dikembalikan ke PD Pasar Kota Medan.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help