Warga Sebut Medan Zoo Tidak Terawat, Pemko Medan Berharap Bantuan CSR Perusahaan
Rumanti mengaku sebelumnya sudah pernah datang ke Medan Zoo sekitar dua tahun yang lalu dan menurutnya waktu itu kondisi Medan Zoo lebih terawat
Penulis: Liska Rahayu |
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Sebagai satu di antara ikon Kota Medan, tampaknya Medan Zoo menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Bagaimana tidak, tempat tinggal 172 spesimen binatang ini terlihat tidak terurus. Apalagi saat libur lebaran, tempat ini menjadi sangat ramai. Tercatat, sebanyak 12.000 wisatawan berkunjung ke Medan Zoo pada lebaran ketiga.
Tidak terurusnya Medan Zoo yang berlokasi di Jalan Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan ini dikomentari oleh seorang warga Tanjung Mulia, Rumanti Sitanggang. Ia yang datang bersama ketiga temannya mengatakan, Medan Zoo kurang enak dipandang mata. Selain itu, dia menyayangkan binatang yang tidak banyak.
"Kurang enak lihatnya, tempatnya kotor. Binatangnya juga enggak ada lagi (enggak banyak), enggak terawat tempatnya," ujarnya, Rabu (20/6/2018).
Rumanti mengaku sebelumnya sudah pernah datang ke Medan Zoo sekitar dua tahun yang lalu dan menurutnya waktu itu kondisi Medan Zoo lebih terawat.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Putrama Alkhairi mengatakan, ia pun berharap mendapatkan bantuan penyertaan modal dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Hal tersebut untuk membantu biaya perawatan kebun binatang.
"Kita berharap ada bantuan penyertaan modal dari Pemerintah Kota Medan untuk infrastruktur-infrastruktur, termasuk kandang. Karena pembiayaan di kebun binatang cukup besar," katanya saat dihubungi via seluler.
Baca: Ini Daftar Satwa Baru yang Segera Hadir di Medan Zoo, Ada Mamalia Pengerat Raksasa Lho
Baca: Ribuan Warga Sesaki Medan Zoo, Ani Sebut Cocok dengan Isi Kantong
Selama ini, hasil pendapat dari tiket Medan Zoo hanya bisa untuk memberi makan satwa dan membayar gaji pegawai. Karena itu perawatan infrastruktur masih mengalami kendala. Untuk tetap membuat nyaman para pengunjung, pihak pengelola berusaha agar selalu menjaga kebersihan karena sadar infrastruktur di Medan Zoo tidak memadai.
Putrama menambahkan, untuk menanggulangi hal tersebut, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pihak swasta dan orang ketiga. Dengan demikian, pihak ketiga tersebut bisa memberikan bantuan kepada kebun binatang.
"Kita bekerjasama dengan pihak swasta, supaya mereka memberikan bantuan CSR kepada kebun binatang. Ada juga kita dibangunkan kandang oleh pihak ketiga," katanya.
Walaupun kondisi Medan Zoo yang butuh perhatian, tampaknya tempat ini masih menjadi primadona bagi masyarakat untuk mengisi liburan. Terbukti pengunjung Medan Zoo mengalami peningkatan 100 persen.
Kepala Urusan Promosi dan Publikasi Medan Zoo, Aini mengatakan, puncak ramainya pengunjung terjadi pada hari ketiga lebaran, yaitu Minggu (17/6/2018).
"Lebaran pertama agak sepi, 3.000 pengunjung, lebaran kedua 8.000, baru lebaran ketiga itu sampai 12.000, naik 100 persen dari hari biasa," katanya.
Dia menjelaskan, sekitar 60 persen pengunjung Medan Zoo berasal dari Kota Medan, sedangkan sisanya dari luar kota. Selama lebaran, harga tiket Medan Zoo menjadi Rp 20.000, namun akan kembali normal usai lebaran.
"Menyambut lebaran, semaksimal mungkin kita melakukan perawatan dan pemeriksaan untuk memberikan kenyamanan pada pengunjung. Sekarang kan sebagian sudah mulai masuk kantor, jadi prediksinya Sabtu dan Minggu ini sekitar 8.000 pengunjung," pungkasnya.
(cr5/tribun-medan.com)