Kapal Tenggelam
Kenang Korban KM Sinar Bangun, Pemkab Simalungun Bangun Monumen Berbentuk Kapal di Tigaras
Monumen itu nantinya akan menampilkan 188 nama korban KM Sinar Bangun termasuk yang selamat, neninggal dunia, dan hilang.
Penulis: Tommy Simatupang |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Sinatupang
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Tim pencarian korban hilang KM Sinar Bangun bersama dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun telah menetapkan untuk membangun monumen tragedi KM Sinar Bangun di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun pada hari Selasa (3/6/2018) nanti sekitar pukul 10.00 pagi.
Monumen itu nantinya akan menampilkan 188 nama korban KM Sinar Bangun termasuk yang selamat, meninggal dunia, dan hilang. Tak hanya nama, monumen itu juga akan menampilkan data tanggal lahir setiap korban.
"Monumen itu nantinya akan kita buat berbentuk kapal lengkap dengan nama, tanggal lahir. Kita jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Dengan hati yang rendah, kami perwakilan pemerintah menyampaikan turut berduka cita,"kata Bupati Simalungun, JR Saragih saat pertemuan dengan seluruh keluarga korban di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pemtangraya, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/6/2018).
Pertemuan yang juga dihadiri tim pencarian seperti Basarnas, TNI AL, dan polisi mengharapkan seluruh keluarga korban ikhlas kepergian korban. Selain tim pencarian, tokoh agama seperti pastor, pendeta, ustaz, dan suster juga memberikan kotbah kepada keluarga korban.
JR Saragih juga menyampaikan dana bantuan yang akan diberikan Pemkab Simalungun, Jasaraharja, dan kementerian sosial. Kata JR, pemkab akan memberikan Rp 2 juta bagi korban, Kementerian Sosial Rp 15 juta, dan Jasaraharja Rp 50 juta.
Baca: Bupati Minta Keluarga Iklaskan Jenazah Korban KM Sinar Bangun, JR : Mereka Sudah Bersama Tuhan
Baca: KM Sinar Bangun Tenggelam di Kaldera Haranggaol, Titik Terdalam Danau Toba
Baca: ROV Milik BPPT Tersangkut, Basarnas Datangkan yang Lebih Canggih, Punya Lengan Robotik
JR Saragih menilai kejadian ini bukanlah faktor kurang pengawasan. Baginya, ini merupakan takdir yang tidak kita ketahui.
"Kalau kita bilang kurang pengawasan, bukan kali ini saja muatan seperti itu. Sejak dahulu kala. Saya tanya masyarakat, apa trauma tidak. Jawabannya tidak. Bukan pengawasan saja. Takdir dalam kehidupan ini tak ada satupun yang mengetahui,"katanya.
Seperti diketahui, pencarian hari ke 14 tim masih belum menemukan 164 korban hilang KM Sinar Bangun.
(tmy/tribun-medan.com)