Kapal Tenggelam

ROV Robotik Sulit Didatangkan, Basarnas Hentikan Pencarian Jenazah Korban KM Sinar Bangun

Basarnas berencana mendatangkan robot atau ROV yang dapat bekerja mengangkat korban atau mengikat korban untuk di bawa ke permukaan dari Surabaya

Penulis: Tommy Simatupang |
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
Direktur Operasional Basarnas, Brigjen Bambang Suryo Aji saat diwawancarai di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sabtu (30/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pencarian hari ke 14 korban hilang KM Sinar Bangun belum ditemukan. Selama pencarian, Tim Basarnas gabungan telah mengkerahkan alat canggih, penyelam andal, dan kapal-kapal untuk mencari 164 korban hilang di Danau Toba.

Rencananya pada hari ke 14 hingga 16 atau tiga hari penambahan masa pencarian, Basarnas berencana mendatangkan robot atau ROV yang dapat bekerja mengangkat korban atau mengikat korban untuk di bawa ke permukaan dari Surabaya.

Namun, rencana itu dibatalkan. Direktur Operasi Basarnas, Brigjen Bambang Suryo Aji mengaku tak dapat mendatangkan alat tersebut. Karena, untuk mendatangkan alat tersebut membutuhkan waktu satu bulan.

"Kita harus melihat kondisi korban. Datang satu bulan dan belum lagi rakitnya. Bisa dua bulan. Kita harus melihat kondisi ini,"katanya usai pertemuan dengan seluruh keluarga korban di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pemtangraya, Kanupaten Simalungun, Minggu (1/6/2018).

Bambang mengaku sudah berkonsultasi dengan pakar atau ahli tentang pengoperasian dari alat tersebut.

"Saya tanya ahli-ahli luar negeri yang mengerti tentang ini. Mereka bilang ini sudah 14 hari, sudah tidak bisa lagi,"tambahnya.

Baca: Bupati Minta Keluarga Iklaskan Jenazah Korban KM Sinar Bangun, JR : Mereka Sudah Bersama Tuhan

Baca: Kenang Korban KM Sinar Bangun, Pemkab Simalungun Bangun Monumen Berbentuk Kapal di Tigaras

Bambang yang memimpin pencarian di titik jatuhnya kapal atau pun di titik temuan mayat oleh ROV mengaku ini pertama kali melakukan pencarian dengan kedalaman 450 meter.

Bambang memastikan pencarian akan ditutup pada hari Selasa (3/7/2018).

"Kita tutup pencarian, tetapi tim Basarnas di Parapat tetap berjaga jika memang ada ditemukan mayat atau pun puing-puing kapal yang mengapung,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved