Gempa Donggala dan Tsunami Palu
Pemerintah Provinsi Sumut Kirim 1000 Ton Logistik, Edy: Sumut Hadir untuk Donggala dan Palu
Sumatera Utara harus benar-benar hadir untuk Palu dan Donggala, sehingga secepatnya bantuan logistik ini harus kita kirim
Penulis: Satia |
Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didamping Wakil Gubernur Musa Rajekshah saat menerima audiensi Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis dan Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut Roni Romantika, Rabu (3/10/2018), di ruang kerja Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan mengirim 1.000 ton bantuan logistik kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala dalam waktu dekat ini. Bantuan tersebut berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya.
“Sumatera Utara harus benar-benar hadir untuk Palu dan Donggala, sehingga secepatnya bantuan logistik ini harus kita kirim untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di sana,” ujar Edy Rahmayadi.
Edy Rahmayadi juga berpesan agar tidak hanya jajaran Pemprov Sumut yang memberikan bantuan, namun diimbau agar seluruh masyarakat Sumut turut serta untuk berpartisipasi.
“Ini saatnya kita menunjukkan solidaritas sesama anak bangsa. Sebab bencana gempa dan tsunami seperti yang terjadi di Palu dan Donggala tidak bisa diduga-duga,” ujarnya.
Ratna Sarumpaet Terekam Kamera CCTV di RS Khusus Bedah Bina Estetika
Kronologi Pasha Ungu dan Istri (Adelia) di Pantai hingga Bisa Selamat dari Gempa & Tsunami
Apalagi, menurut Edy, bencana ini telah menyebabkan dampak yang sangat masif. Krisis terjadi di sana dengan langkanya logistik berupa makanan dan minuman untuk puluhan ribu pengungsi.
“Mengingat kebutuhan logistik yang sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana, maka Pemprov Sumut juga telah membuka rekening penggalangan dana, hal ini tentu akan mempermudah masyarakat memberikan donasinya. Selain itu kita juga turut menggalang bantuan berupa sarung, selimut, dan bahan pokok yang bakal sangat dibutuhkan,” lanjutnya.
Cerita Ahok soal Selingkuh, Antara Istri dan Uang saat Wawancara, Gak Disangka Jawabannya
Hotman Paris Tanya Kenapa Tidak Poles Bagian Sensitif Ini, Jawaban Cinta Laura Sangat Dewasa
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan akan bekerjasama dengan ACT untuk mengirimkan bantuan logistik dalam waktu dekat ke Palu dan Donggala.
Selamat ! Kapendam I/BB Letkol Inf Roy Hansen J Sinaga Naik Pangkat jadi Kolonel
Rasa Percaya Diri Gemini Tak Terkalahkan dan Capricorn Kejutan Besar Menanti Anda
“Kita akan menggandeng ACT sebagaimana arahan dari Bapak Gubernur Sumut untuk segera mengirimkan bantuan logistik berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya yang diperkirakan jumlahnya mencapai 1.000 ton,” ujar Riadil.
KABAR TERBARU Soal PNS Lapor Korupsi Massal ke Hotman Paris, Tak Jadi Jumpa KPK Hingga Takut Pulang
Kapolda Sumut Minta Personel Kepolisian Menjamin Keamanan dan Kelancaran MTQN XXVII
Riadil menambahkan, pihaknya telah membuka rekening dalam rangka penggalangan dana dari seluruh masyarakat yang ingin memberikan donasi terhadap korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.
“Seperti arahan Bapak Gubernur, maka rekening telah kita buka dalam rangka mengumpulkan donasi dari masyarakat untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala,” ujarnya.
Rendi Ditangkap Polisi saat Gunakan Sabusabu di Gang Banteng Delitua
Pemko Medan Dituding Politisi PDIP Alihkan Aset ke Pihak Ketiga, Eldin: Enggak, Salah itu
Donasi tersebut, kata Riadil, sudah dapat di kirimkan langsung ke Nomor Rekening 005301004590301 (BRI) A.N BPP 175 BPBD Provinsi Sumut.
Universitas Negeri Medan Targetkan Tiga Program Studi Raih Akreditasi Internasional
Pengantin Baru di India Bunuh Diri Setelah Bertengkar Soal Toilet
Sebagaimana diketahui gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR mengguncang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018 lalu. Gempa bumi tersebut juga telah menimbulkan gelombang tsunami yang diperkirakan mencapai 5 meter.
Atas bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, sebagaimana data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa 2 Oktober 2018, telah menyebabkan jatuhnya korban 1450 meninggal dunia, 799 orang luka berat, serta turut menyebakan ribuan bangunan rusak.
(Cr19/Tribun-Medan.com)