Forum Tobasa Marsada Imbau Masyarakat Tidak Jual Harga Diri demi Sembako dan Uang Terimakasih

Lembaga anti rasuah yang berdiri tak pernah berhenti menyeret para pelaku korupsi yang menjamur.

Forum Tobasa Marsada Imbau Masyarakat Tidak Jual Harga Diri demi Sembako dan Uang Terimakasih
Tribun Medan/ Arjuna Bakkara
Forum Tobasa Marsada (FUTAS) menggelar aksi menolak politik uang bertemakan 'Sosialisasi Memilih Cerdas' di Tobasa, Senin (22/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE -Forum Tobasa Marsada (FUTAS) menggelar aksi menolak politik uang bertemakan "Sosialisasi Memilih Cerdas" di Tobasa, Senin (22/10/2018). Sahat Gurning, Presidium Forum Tobasa Marsada mengatakan, dalam rangka Pemilu penting dilakukan pencerdasan kepada Masyarakat agar meninggalkan kebiasaan lama.

”Kita harus edukasi masyarakat agar bersih, dan menolak politik uang secara serentak," ujar Sahat dalam orasinya.

Rombongan Futas bergerak dari Aek Na Tolu Sipangan Bolon menuju Balige. Sejumlah aktifis di Tobasa, yang selama ini gencar memperjuangkan hak masyarakat adat dan kaum lemah seperti Alex Zetro Siagian, Rudi Napitupulu, Takkas Siahaan, Juita Manurung, Liston Jenta Hutajulu, Jhontoni Tarihoran, Candrow Manurung serta Mekar Sinurat dan Josua B Manurung satu persepsi.

Dari dalam mobil pikap Sahat menyampaikan, money politik diyakini sebagai benang merah rantai korupsi yang tak pernah putus. Terbukti, lembaga anti rasuah yang berdiri tak pernah berhenti menyeret para pelaku korupsi yang menjamur.

Bahkan, ia menilai hukum yang disebut sebagai panglima tertinggi seakan tak punya taji melumpuhkan pikiran-pikiran pelaku untuk berhenti menghisap hak rakyat. Teriakan tolak money politik yang sudah mengakar tetap tak berdaya membentengi nafsu masyarakat dari godaan oknum-oknum yang bertarung saat Pemilu, plus keahlian retorika membual janji sembari dengan sembako dan ‘Jalang-jalang marisi’ yang biasa disebut dengan istilah ‘Parsituak Natonggi’.

"Sesungguhnya, memberi sembako dan ‘Jalang-jalang marisi’ atau ‘Parsituak Natonggi’ adalah cara untuk merampas hak dan aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan, sementara kewajiban tetap dituntut sebagai warga negara. Hal tersebut tidak akan pernah memutus mata rantai korupsi di Negeri ini. Jadi jangan menjual harga diri untuk lima tahun ke depan," tegasnya.

Otak Pelaku Pembunuh Muhajir Sekeluarga Tewas Ditembak, Melawan saat Disergap Polisi

Soeharto - Kisah saat Ditampar Perwira Tampan, Cerita Awal Kawilarang Lapor Presiden Soekarno . . .

Selain Sahat, Jhontoni Tarihoran menyerukan dukungan terhadap Polri dalam menjaga keaman dan ketertiban umum menjelang hingga usai Pileg dan Pilpres 2019. Dia mendukung kenetralitasan KPU sebagai penyelenggara pemilu serta mengajak masyarakat menggunakan hak suara dan tidak golput. Kemudin agar menjadikan hukum sebagai Panglima tertinggi.

Viral Nenek Nuraisyah (60) Nikahi Pemuda Berusia 25 Tahun, Berikut Pesannya Pada yang Jomblo

Jamilah Menangis Menang Hadiah Utama Rumah Acara Family Day: Ini Berkat Doa Anak Saya

"Kita jadikan hukum sebagai Panglima tertinggi. Dukung Gakkumdu dalam penegakan hukum atas pelanggaran Pemilu," serunya

Sekjen Forun Tobasa Marsada (FUTAS), Alex Zetro Siagian,  menambahkan agar seluruh elemen masyarakat Toba Samosir secara bersama-sama untuk menyukseskan Pileg dan Pilres 2019. Mereka mengajak agar masyarakat menolak politik uang, berita hoax, politisasi SARA, ujaran kebencian dan kampanye hitam.

Leo Kondisi Keuangan Anda Bak Benang Kusut, Taurus Harus Fokus demi Kesuksesan

Bayi Tewas Terkunci dalam Mobil, ternyata Sudah Dua Hari Dicari Ibunya

"Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI Harga mati. Save KPK, save Polri, save masyarakat adat. Tetap jalin persaudaraan meski pilihan berbeda," sambungya di hadapan masyarakat sepanjang jalan melalui pengeras suara.

Binjai United Juara Piala Suratin U-17 Zona Sumut, Gulung PSSA Asahan 4-1 

Tim Pegasus Polsek Medan Kota Tangkap Pelaku Curat yang Kerap Beraksi di Lapangan Teladan

(Jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved