Warga Lintas Kawasan Danau Toba Desak Penutupan PT Aquafarm Nusantara

Warga Lintas Kawasan Danau Toba Desak Penutupan PT Aquafarm Nusantara di Kantor Bupati Tobasa

Warga Lintas Kawasan Danau Toba Desak Penutupan PT Aquafarm Nusantara
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Warga Lintas Kawasan Danau Toba Desak Penutupan PT Aquafarm Nusantara di Kantor Bupati Tobasa 

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA-Sejumlah warga kawasan Danau Toba yang tergabung dari beberaa tempat sepakat menolak keberadaan PT Aquafarm Nusantara di Danau Toba. Prengki Silitonga, warga Balige menyebut PT Aquafarm telah meresahkan warga.

"Harus hengkang, ini tidak bisa lagi ditloerir,"' ujar Prengki, Selasa (5/2/2019) di Tobasa.

Katanya, sehari sebwlumnya mereka terdiri sekitr 100 warga pinggir Danau Toba juga telav berunjuk rasa ke kantor Bupati dan DPRD Toba Samosir (Tobasa) mendesak PT Aquafarm Nusantara ditutup operasionalnya.

Dalam aksinya, Warga Sirukkungon, Kecamatan Ajibata, Tobasa Arimo Manurung menyampaikan tiga tuntutan utama. Tuntutan paling utama , katanya agar meminta Bupati Toba Samosir menghentikan operasional PT Aquafarm Nusantara di Desa Sirungkungon.

Dua tuntutan lainnya, kata Arimo, agar Camat Ajibata dan Sekretaris Desa Sirungkungon dicopot dari jabatannya. Alasannya, Camat Ajibata dinilai tidak pernah merespons laporan pengaduan warga Desa Sirungkungon soal dugaan pembuangan limbah berupa ikan mati ke Danau Toba oleh PT Aquafarm Nusantara.

"Perusahaan yang beternak ikan di Danau Toba itu telah merusak lingkungan, terutama mencemari air danau",tambah Arimo.

Selain itu, kata Arimo Sekretaris Desa Sirungkungon diduga mengintimidasi warga yang berusaha melaporkan kegiatan PT Aquafarm Nusantara yang diduga merusak lingkungan. Disebutnya, sejak tahun 2017 sampai 2018, warga sudah melapor ke camat soal penenggelaman ikan mati ke danau, namun tidak ada respon.

Atas hal itu, warga membuat laporan langsung ke Bupati Toba Samosir Darwin Siagian yang kemudian turun ke lokasi diduga pembuangan ikan mati pada 24 Januari 2019 lalu. Bupati didampingi aparat Polres Toba Samosir, melihat langsung karung ikan busuk yang berhasil diangkat Holmes Hutapea, penyelam dari perairan Danau Toba di Desa Sirungkungon.

Warga yang menggelar aksi bukan saja dari Sirukkungon Tobasa. melainkan dari Kabupaten Toba Samosir, juga dari Kabupaten Simalungun. Selain menggelar aksi di kantor Bupati Toba Samosir, warga juga melakukan aksi demo di gedung DPRD Toba Samosir.

Wakil Bupati Tobasa, Hulman Sitorus menyikapi aksi berjanji akan meneruskan aspirasi warga untuk menutup PT Aquafarm Nusantara di Desa Sirungkungon. "Prinsipnya Pemkab Toba Samosir mendukung tuntutan kita guna menutup PT Aquafarm dan akan menyampaikan hal itu ke pemerintah atasan sebagai pemberi izin," katanya. (Jlun-tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved