Atlet Tenis Meja NPC Sumut Latihan Keras Jelang Seleksi Nasional Solo demi Paragames Filipina 2020

Karena itu dirinya juga bertekad bisa tampil di kompetisi internasional mengaku serius menatap ajang tersebut dan akan mengeluarkan 100% kemampuannya.

Atlet Tenis Meja NPC Sumut Latihan Keras Jelang Seleksi Nasional Solo demi Paragames Filipina 2020
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Sofyan, atlet National Paralympic Committee Sumatera Utara (NPC Sumut) cabang olahraga Tenis Meja kelas T4, peraih 1 Medali Perak dan 2 Perunggu pada Peparnas di Bandung, Jawa Barat tahun 2016. 

TRIBUN-MEDAN.com-Sofyan, Atlet difabel Sumatera Utara dari Cabang olahraga Tenis Meja menargetkan mampu lolos seleksi nasional (Seleknas) yang rencananya akan digelar di Solo pertengahan tahun 2019 ini agar bisa tampil di ajang Asean Paragames di Filipina tahun 2020.

Kepada Tribun Medan, Sofyan yang merupakan atlet binaan National Paralympic Committee Sumatera Utara (NPC Sumut) ini mengatakan bahwa Seleknas menuju Asean Paragames tahun depan merupakan ajang bergengsi untuk bisa lolos ke kompetisi internasional.

Karena itu dirinya juga bertekad bisa tampil di kompetisi internasional mengaku serius menatap ajang tersebut dan akan mengeluarkan 100% kemampuannya.

"Seleknas kalau tidak salah, ketua NPC Sumut bang Alan Sastra Ginting bilang sama saya di bulan Mei atau Juni. Saya juga dipersiapkan karena saya mempunyai peluang yang dilihat pengurus untuk ke Filipina, jadi Insha Allah saya akan dikirim ke Jogja, Solo tepatnya untuk menghadapi seleknas," ujarnya Jumat (8/2/2019).

Saat ini kata Sofyan, dirinya tengah mempersiapkan diri menuju seleknas tersebut. Latihan rutin pun dilakoninya minimal tiga kali dalam seminggu di PTM Garuda tempatnya berlatih.

111 Guru dan Tenaga Penyuluh Pertanian Ikuti Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Dulu Sangat Benci Islam dan Sebut Al-Quran Adalah Racun, Kini Mantan Politisi Ini Jadi Mualaf

Dzulmi Eldin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Anggota DPRD Medan Bangkit Sitepu

Wali Kota Medan Tinjau SMP Negeri 38 Medan

Tak hanya di PTM Garuda, Atlet difabel kelahiran 1987 ini juga rutin menjalani latihan di NPC Sumut di bawah asuhan pelatih tenis meja M. Ridwan (Pak Ang) setiap hari Senin, Rabu dan Jumat dari jam 3 sore hingga jam 7 malam.

Jika di NPC Sumut dia fokus latihan pukulan, mental dan strategi. Maka di PTM Garuda Sofyan akan bermain dengan lawan tanding di klub tersebut.

2 Tahun Pembunuhan Anaknya, Kristina Sembiring: Pak Jokowi Tolong Saya. .

Pakai Google Maps, Sopir Asal Bali Ini Malah Terjun ke Sungai, Kok Bisa?

"Persiapan seleknas saya latihan, betul-betul latihan, karena memang ini betul-betul ada peluang dikasih oleh pengurus, kalau gak dimanfaatin kan salah. Persiapan latihannya itu, saya latihan di klub PTM Garuda malam Selasa, malam Kamis, dan malam Sabtu. Jadi pulang latihan dari pak Ang saya istirahat, jam-jam 9 berangkat lagi ke PTM Garuda latihan sampai jam 12 malam. Habis latihan bola banyak di NPC Sumut, ya sparing-sparinglah di PTM Garuda," terangnya.

Lebih lanjut kata Sofyan, pada ajang seleknas mendatang, dirinya akan bermain di kelas T4 yang merupakan jenis disabilitas dengan Kondisi lemah pada pinggang dan kaki sehingga tidak bisa menopang untuk mampu berdiri lama.

Terungkap, Pengendara yang Ngamuk dan Banting Motor Saat Ditilang Polisi Ternyata Penadah

Shayetet 13, Unit Paling Rahasia nan Berbahaya dari Israel

Sofyan pun menargetkan, minimal dirinya harus bisa meraih juara dua pada seleknas tersebut, sebab kemungkinan besar hanya dua orang yang akan dibawa mengikuti Asean Paragames di Filipina tahun 2020 dari kelas T4.

Soal targetnya itu, peraih 1 Medali Perak dan 2 Perunggu pada Peparnas di Bandung, Jawa Barat tahun 2016 ini mengaku optimistis bisa mencapainya. Karena itu, sofyan yang bermain di atas kursi roda mengatakan harus memiliki persiapan dan rutin melatih kekuatan tangan untuk menopang pergerakan kursi rodanya.

Shyam Bunuh Wanita Beranak Lima dan Bersuami karena Cintanya Ditolak

Mobil Ditemukan di Dasar Jurang di Buleleng, Pengemudinya Hilang Misterius

"Insha Allah 80% optimistis bisa lolos, karena memang peluang saya besar. Saya tetap berusaha," pungkasnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved