Sadisnya Geng Motor Medan Pukuli Pelajar lalu Dilindas Pakai Motor Sampai Koma

Aparat kepolisian terus memburu sejumlah anggota Geng Motor Ezto yang melakukan penganiayaan terhadap siswa SMA Santo Thomas 3 Medan, Rico Lumbanraja.

Editor: Juang Naibaho
tribun medan/HO
Rico yang menjalani ultah ke-15 dalam kondisi luka parah akibat dianiaya oleh kawanan geng motor. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aparat kepolisian terus memburu sejumlah anggota Geng Motor Ezto yang melakukan penganiayaan terhadap siswa SMA Santo Thomas 3 Medan, Rico Lumbanraja.

Insiden penganiayaan yang terjadi Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 00.30 WIB ini, cukup sadis. Korban mengalami luka parah dan sempat koma selama enam hari. Rico juga harus menjalani operasi di bagian otak dan tangan.

Hingga Sabtu (6/4/2019), Rico masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Royal Prima di Jalan Ayahanda, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca: Siswa Medan Koma Dianiaya 30 Anggota Geng Motor, Sang Pacar Cari Cincin Kesayangan yang Hilang

Baca: Pelajar yang Dianiaya 30 Anggota Geng Motor Medan Sering Ngigau, Saat Tidur Ucap Makian Pelaku

Baca: CERITA Ayah Rico Lumbanraja, Korban Keganasan Geng Motor yang Rayakan Ultah Ke-15 Tahun di RS

Kebrutalan Geng Motor Ezto ini mendapat perhatian dari kepolisian. Sejauh ini aparat kepolisian sudah meringkus tiga pelaku.

Kapolsek Helvetia, Kompol Trila Murni, membeberkan brutalnya aksi Geng Motor Ezto saat menganiaya Rico. Trila menyebut, Rico sempat dipukuli oleh sejumlah anggota Geng Motor Ezto.

Setelah dihajar, Rico yang ketika itu sudah tidak berdaya, kemudian dilindas menggunakan sepeda motor. Menurut polisi, Rico kena lindas di bagian badan. Polisi juga menyebut Rico ditabrak dua kali oleh seorang pelaku.

Usai dipukuli, Rico juga dilindas menggunakan sepeda motor. Aksi penganiayaan membuat Rico tergeletak tak berdaya di tengah jalan.

"Pelaku mengakui ada melindas korban," kata Trila, Kamis (4/4/2019).

"Pengakuan pelaku, saat kejadian itu terjadi sangat ramai, tapi tidak tahu apakah ada pelaku lain yang ikut melindas badan korban," sambungnya.

Salah seorang korban komplotan geng di Medan Helvetia.
Salah seorang korban komplotan geng di Medan Helvetia. (Facebook.com/Kasmar Lumbanraja)

Penyerangan yang dilakukan Geng Motor Ezto ini, sambung Trilia, menyasar salah satu rumah teman Rico yang bermarga Purba di Jalan Pembangunan V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Helvetia.

Anggota Geng Motor Ezto datang mengendarai lebih 30 sepeda motor secara berboncengan.

Rico yang ada di rumah temannya, turut menjadi sasaran. Alhasil, siswa SMA Santo Thomas III Medan, kelas X IPA II itu mengalami luka parah. Ia harus menjalani operasi otak dan tangan.

Trila mengatakan, petugas masih terus mencari bukti-bukti soal penyerangan brutal tersebut. Mulai dari keterangan CCTV dan saksi-saksi. Ia berharap proses penyelidikan selesai secepatnya untuk mengungkap siapa saja pelaku di balik pengeroyokan Rico.

"Kita bakal terus berusaha untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas," tegas Trila.

Selain aparat Polsek Medan Helvetia, tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan juga turun tangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved