Cara Teater LKK Unimed Menguji Coba Kemampuan Berkesenian Para Pemula lewat Festival DKOKUK

Teater LKK unimed kembali menunjukkan bagaimana seorang pemula dalam dunia seni pertunjukan bisa tampil percaya diri di depan ratusan penonton

Cara Teater LKK Unimed Menguji Coba Kemampuan Berkesenian Para Pemula lewat Festival DKOKUK
HO
Anggota Teater LKK Unimed saat latihan menjelang Festival DKOKUK, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai salah satu cabang kesenian, teater merupakan seni pertunjukan yang multifungsi, yaitu bisa sebagai media pendidikan, pembentukan karakter dan lainnya. Begitulah tujuan diadakannya Festival DKOKUK dari Teater Lakon Kesenian Kampus (LKK) yang ada di Universitas Negeri Medan (Unimed).

Teater LKK unimed kembali menunjukkan bagaimana seorang pemula dalam dunia seni pertunjukan bisa tampil percaya diri di depan ratusan penonton, yang dikemas dalam acara yang dinamakan Festival DKOKUK.

“DKOKUK salah satu wadah pertama bagi anggota Teater LKK untuk percaya diri menunjukkan penampilan yang terbaik di depan banyak penonton,” ujar Ketua Teater LKK 2019 Hafizah Nur Ginting, Selasa (23/4).

Baca: Kontak Senjata 45 Menit, Pimpinan KKB Aceh Nasir Agung Tewas, 3 Senjata AK & 400 Peluru Disita

Dengan menonton acara DKOKUK yang sebentar lagi diadakan pada hari Kamis 2 Mei 2019 di Taman Budaya Sumatra Utara (TBSU), Hafizah yakin bahwa akan banyak ilmu yang bisa didapat di bidang kesenian teater.

“Bukan hanya pemain yang akan mendapatkan ilmu, tapi penonton juga. Apalagi orang yang sudah merasa lebih tua dan malu untuk bergabung di dunia teater, di DKOKUK lah akan ditunjukkan bahwa berteater tidak memandang umur dan fisik,” ucap Hafizah.

Walau menghadapi banyak kendala, pemain pemula di Teater LKK tetap giat berlatih bersama sutradara dari masing-masing grup.

“Ada 4 grup yang tampil nanti di acara DKOKUK, masing-masing memainkan naskah yang berbeda-beda. Walaupun aku sebagai ketua tetap juga ikut serta melatih dan menjadi sutradara dari salah satu grup yang nanti akan memainkan naskah yang berjudul ‘Hanya Satu Kali’ karya Jhon Golsworthy,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, selain menguji kemampuan para pemula dalam bidang kesenian, juga membuktikan bahwa Teater LKK terus aktif dan berkreasi dalam dunia teater.

Baca: TRIBUNWIKI: Menikmati Kuliner Non Halal di Kawasan Jalan Semarang Medan

“Teater LKK udah 31 tahun, sudah banyaklah alumni yang sukses tetap melanjutkan hobinya, contohnya bang Raudah Jambak dan lainnya," ujar Hafizah.

Memiliki tahap yang lumayan berat, anggota baru di Teater LKK tetap semangat untuk menyambut puncak dari tahapan yang telah dilaluinya. DKOKUK bukan sekadar festival seni pertunjukkan, tapi merupakan syarat penting untuk peresmian anggota baru.

"Banyak lah tahapannya, dimulai dari pendaftaran, latihan rutin, sampailah ke Festival DKOKUK untuk meresmikan sebagai anggota biasa," ujar Rudolf, seorang anggota baru.

Teater LKK UNIMED juga sering mengikuti lomba teater tingkat nasional dan kemarin Teater LKK memenangkan lomba baca puisi, tari, dan stand up comedy.

“Bukan hanya lomba teater saja, kami juga bisa menari, baca puisi, stand up comedy. Buktinya kemarin kami menang di cabang lomba itu,” ucap seorang anggota Teater LKK, Siti Anggita.(mag-2)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved