Yulhasni Bicara Soal Pemecatannya sebagai Ketua KPU Sumut dan Calon Penggantinya
Yulhasni berbicara tentang beda karakter peserta Pemilu di Sumut dengan daerah lain serta tentang siapa yang akan menggantikannya sebagai ketua.
TRIBUN-MEDAN.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mencopot Yulhasni dari jabatan Ketua KPU Sumatera Utara, Rabu (17/7/2019).
Yulhasni disebut melakukan pelanggaran kode etik terkait rekapitulasi suara pemilu legislatif di Kabupaten Nias Barat.
Tribun Medan mewawancarai pria kelahiran Payakumbuh, 25 Oktober 1971 ini tentang beda karakter peserta Pemilu di Sumut dengan daerah lain serta tentang siapa yang akan menggantikannya sebagai Ketua KPU Sumut.
Berikut kutipan wawancara Ketua KPU Sumut, Yulhasni bersama Tribun/www.tribun-medan.com, di Aceh Corner Komplek MMTC, Medan, Sabtu (20/7/2019).
Tribun Medan: Selama anda menjadi Ketua KPU Sumut, apa yang paling anda ingat dan rasakan?
Yulhasni: Saya harus mengubah penampilan saya. Terus terang saya tidak biasa berpakaian formal seperti batik dan safari apalagi kalau ketemu pejabat. Ini yang paling tak mudah saya ubah.
Tribun Medan: Rutinitas yang padat memegang pucuk pimpinan KPU Sumut, bagaimana anda membagi waktu antara keluarga dan kerja?
Yulhasni: Sejak pertama jadi ketua dahulu saya membiasakan pergi paling cepat dan pulang paling lama. Itulah resiko sebagai Ketua. Namun saya meyakinkan keluarga dan mereka mengerti.
Tribun Medan: Apakah keluarga terutama anak-anak pernah protes akibat waktu quality time anda beserta keluarga berkurang?
Yulhasni: Tentu anak-anak protes. Saya dulu sebelum menjabat selalu memiliki kebiasaan untuk salat magrib bersama di masjid dekat rumah. Namun, sejak menjabat saya saya agak sulit menjalankan rutinitas itu karena pulang selalu larut. Untuk anak-anak, alhamdulillah mereka mengerti.
Tribun Medan: Sejak memimpin KPU Sumut, tahapan mana yang paling menguras energi anda?
Yulhasni : Sewaktu rekapitulasi pemilu serentak kemarin. Ada beberapa wilayah yang molor rekapitulasinya seperti Kecamatan Percut Sei Tuan, Hamparan Perak. Kami para komisioner langsung turun ke bawah, mencari solusi permasalahan itu dan ikut membantu hingga subuh.

Tribun Medan: Bila memimpin rapat internal antar komisioner, apakah sering ada perbedaan pendapat yang memanas?
Yulhasni: Silang pendapat sah-sah saja, namun tidak sampai kepada perselisihan. Kami selalu mengutamakan musyawarah mufakat. Tidak ada satupun rapat di KPU Sumut yang menggunakan voting.
Tribun Medan: Sepanjang pagelaran pilpres dan pileg apa catatan yang dibuat sebagai evaluasi dari seorang Yulhasni?