Korban Penembakan
Polisi Sudah Periksa CCTV
Kapolsekta Medan Sunggal AKP Budi Hendrawan membenarkan, orangtua Lini telah dimintai keterangannya
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolsekta Medan Sunggal AKP Budi Hendrawan membenarkan, orangtua Lini telah dimintai keterangannya.
"Udah buat LP tadi ibunya. Keterangannya masih sebatas itu saja. Mereka ambil uang dari bank, lalu saat masuk di jalan dekat pabriknya tiba-tiba ditembaki oleh dua orang pelaku," ujar Budi saat ditemui www.tribun-medan.com diruangkerjanya, Rabu (30/11/2011).
Apakah keterangan orangtuanya ada menyangkut motif dendam? "Untuk sementara kita masih sidik motif percobaan perampokannya," jawab Budi.
Dikatakannya, kemarin (usai kejadian), saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menemukan lima selongsong peluru dan empat proyektilnya. "Diduga senjatanya jenis FN. Diselonsongnya hanya tertulis 8 mm. Kalau biasanya digunakan oleh siapa senjata jenis itu, kita nggak bisa nyebutin itu. Yang jelas, jenisnya peluru itu senjatanya FN," ujar Budi.
Kata Budi pihaknya juga sudah membuka CCTV di Bank BRI Diski. Namun, lantaran durasinya cukup panjang maka akan dilihat lagi nantinya. Sedangkan CCTV yang ada didepan pabrik mie milik korban sedang dibuka di Polresta Medan.
"Tim kita saat ini lagi buka CCTV yang ada dipasang di pabrik itu. Tapi hasilnya belum dilaporkan karena masih banyak yang harus dibuka CCTVnya," katanya.
Budi mengakui, pihaknya di Beck-Up Polreta Medan untuk mengungkap pelaku penembakan anak pengusaha mie tersebut. "Penyidikannya tetap disini," ujar budi.
Sementara, Waksat Reskrim Polresta Medan AKP Ronny Sidabutar membenarkan pemeriksaan CCTV dilakukan di Polresta Medan.
"CCTVnya sudah dapat. Cuma saya belum lihat langsung. Kita akan berusaha kuat mengungkap kasus ini. Anggota masih kerja dilapangan," katanya singkat saat dikonfirmasi via selular. (fer/tribun-medan.com)