TV Berbayar
Second City Potensi Besar TV Berbayar
Head of Region Sumatera Aora TV, Ali Nafiah Harahap, mengaku masyarakat di kota-kota besar katanya bisa dengan mudah menonton siaran televisi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Head of Region Sumatera Aora TV, Ali Nafiah Harahap, mengaku masyarakat di kota-kota besar katanya bisa dengan mudah menonton siaran televisi hanya dengan antena saja. Sementara kawasan lain, selain antena warga dipaksa menggunakan parabola dan digital resever untuk bisa memperoleh siara lokal. Hal itu menjadi kekuatan utama oprator televisi berbayar untuk menjual produk di second city.
"Berapa yang harus dihabiskan masyarakat di kota seperti Pematang Siantar untuk menonton TV. Selain membeli parabola, ia juga harus membeli digital resever yang akumulatifnya mencapai jutaan rupiah. Dengan TV berbayar semua itu bisa dipermudah dan biaya yang dikeluarkan konsumen saat ini sudah cukup terjangkau berkisar Rp 50 ribu," ujarnya di Medan, Minggu (29/1).
Prediksi Ali yang mengatakan market pasar TV berbayar bakal positif di kota-kota kecil, ia katakan pula bulkan berarti peluang untuk memasarkan TV berbayar di into kota seperti Medan tidak dilakukan. Bedanya, masyarakat Medan yang tanpa TV berbayar sudah bisa menikmati siaran televisi menggunakan antena, beberapa diantaranya memerluka layanan spesial tontonan seperti olahraga dan edukasi.
"Justru itu lah keunikan masyarakat Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Terkadang tanpa kita pasarkan, warga yang menelpon kami untuk dipasang. Kebutuhan warga di sini juga sudah berbeda dengan daerah lain, karena informasi tersaji dengan baik serta banyak pilihan yang bisa dilakukan. Berbeda dengan kota lain di Sumatera yang pilihan hiburan atau tontonan sangat terbatas," ujarnya.(Irf/tribun-medan.com)