Ancaman Dualisme Ketum PSMS Medan
Belum tuntas satu masalah namun masalah baru kembali menyasar PSMS Medan. Di tengah duka degradasi, dualisme klub dan pemain tak bergaji
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belum tuntas satu masalah namun masalah baru kembali menyasar PSMS Medan. Di tengah duka degradasi, dualisme klub dan pemain tak bergaji, ancaman dualisme Ketua Umum klub berpotensi terjadi. Pasalnya, pihak yang menamakan diri Forum Pemilik PSMS Medan bakal menggagas rapat anggota luar biasa dengan agenda penentuan Ketum di Hotel Candi Medan, Minggu (29/7/2012).
Pendaftaran Ketum dibuka pada (26-28) Juli, meski periodesasi kepengurusan belum rampung. Satu bakal calon sudah melakukan registrasi atas nama Indra Sakti Harahap yang diklaim didukung 30 klub anggota. Sementara itu, beberapa inisiator dalam forum ini adalah Martius Latuperissa, Sugeng Rahayu, Nobon Kayamudin, Juanda dan lain-lain.
Sekretaris Forum Pemilik Medan, Sugeng Rahayu mengatakan rapat anggota luar biasa mendesak dilakukan karena runyamnya situasi klub. "Pemilihan Ketua Umum harus segera dilakukan karena Rahudman Harahap selaku pejabat publik tidak bisa lagi menjabat sebagai ketum PSMS. Acuannya jelas, surat edaran Mendagri no 800/148/SJ. Sudah dua kali kami menyurati beliau tapi tak berbalas," katanya kepada tribunmedan.com.
Sugeng menampik selentingan yang menyebutkan forum berisi sekumpulan mantan-mantan pemain PSMS yang cenderung pragmatis. "Oo..tidak, kami bukan dari mantan pemain karena kami aktif di klub-klub pemilik PSMS. Saya dari PS Sinar Belawan, Nobon dari PS Medan Utara, Juanda dari PS Telkom, Martius dari PS Simpony. Beberapa diantara kami memang berstatus mantan pemain tapi kami mewakili klub. Karena itu saya tegaskan apa yang kami lakukan punya legalitas," imbuhnya.
CEO PSMS Medan ISL, Idris menyayangkan adanya rapat anggota luar biasa sementara masa baktinya di kepengurusan masih berjalan. "Mereka tidak berhak melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan PSMS. Masih ada kepengurusan yang periodenya belum habis," katanya.
"Ya, kalau hanya sekadar mencari figur ketum dan merekomendasikannya, ya tidak masalah. Tapi kalau kapasitasnya sebagai pelaksana musdalub, saya rasa salah. Semua punya aturan yang jelas, seharusnya 40 klub menyurati PSMS, meminta agar musdalub digelar. Tapi sampai saat ini, kami belum menerima surat dari klub," lanjut Ketua Harian PS Posindo ini.
" Saya tidak percaya ada dukungan 30 klub anggota pada calon ketum. Itu saya anggap bohong. PS Posindo saja tidak menyatakan persetujuan, bagaimana bisa," tegasnya.
CEO PSMS Medan IPL, Freddy Hutabarat mengatakan tidak mempermasalahkan adanya gelaran rapat anggota luar biasa jika berjalan sesuai mekanisme. "Kembali lagi ke AD/ART klub, boleh dilakukan jika diikuti 1/2 dari jumlah anggota. Kalau itu sudah dipenuhi ya silahkan. Saya nggak bisa menuding legal atau ilegal," tuturnya.
Di lingkup Kebun Bunga, nama Freddy kerap disebut-sebut sebagai calon kuat yang berambisi menjadi Ketum. "Tidak, saya tegaskan bahwa saya tidak mencalonkan diri. Saya pikir apa yang saya lakukan di PSMS IPL belum maksimal," pungkas pemilik PS Medan Putera ini.
(raf/tribun-medan.com)