Joko Widodo Bilang "Aku Rapopo"
"Mau nyerang silakan, mau ngejek silakan, toh, masyarakat sudah bisa menyaring mana yang benar dan mana yang tidak benar.
Mungkin juga akan muncul gambar Satinah yang akan dihukum gantung di Arab Saudi pada 3 April, sementara gambar di sebelahnya seorang tokoh politik membagi-bagikan uang kepada peserta kampanye yang jumlahnya mencapai Rp 21 miliar, sebuah bilangan yang bisa untuk menebus diri Satinah dari jerat gantungan.
Hmmm... atau bisa juga muncul gambar Anas Urbaningrum yang sedang berada di balik jeruji besi, sementara kawan-kawan separtainya yang sebetulnya terlibat tindak korupsi tetapi kini masih bebas.
Atau... pembaca tentu lebih canggih menerjemahkan situasi yang sedang berlangsung. Sebab, waktu senantiasa memiliki caranya sendiri untuk memberi solusi bagi kemampatan situasi yang sedang berlangsung. Tatkala masyarakat tak bisa melakukan apa-apa menyaksikan ketimpangan dan kejanggalan yang dilakukan oleh para pemimpinnya, maka mereka pun mengungkapkan melalui kata-kata atau gambar ironi. Sebab, cuma dengan ungkapan ironi itulah masyarakat bisa sedikit terhibur.(*)