Rudi Bangun Klaim Lolos ke Senayan Karena Pengabdian

Rudi Hartono Bangun, salah satu calon anggota legislatif yang sudah ditetapkan KPU lolos ke Senayan mengaku tidak

Tayang:

"Kalau komunikasi secara keluarga, apapun kita tetap harus hormat sama orangtua. Demikian pula secara kepartaian, tentu kita harus hormati atasan. Masalah kedudukan di DPR RI atau DPRD Sumut, itu kan hanya amanah," katanya.

Rudi sempat mengungkapkan tiga hal prinsip yang harus dijunjung dan tidak boleh dilawan dalam hidup dan kehidupan.

"Intinya dalam hidup jangan dilawan Tuhan, jangan dilawan orangtua, dan jangan dilawan pimpinan atau orang yang memimpin kita. Tiga itu kunci hidup didunia ini," sebutnya.

Selain Rudi, adik kandungnya, juga berkiprah di DPRD Langkat. "Kalau keluarga, banyak mereka yang sudah duduk di DPRD tingkat II dengan partai berbeda-beda. Kalau saudara sekandung kami cuma dua dilegislatif," akunya.

Bagi Rudi, di lembaga legislatif tidak tepat istilah dinasti politik. "Kalau saya melihat, Dinasti Politik itu tidak dipilih rakyat. Dinasti itu adalah otoritas raja atau apapun sebutannya yang mendudukkan keluarga-keluargannya.

"Zaman demokrasi meskipun saudara kita dicalonkan, yang menentukan tetap masyarakat. Kalau masyarakat nggak suka, macammana mau duduk. Kedaulatan penuh ditangan rakyat, jadi bagi legislatif nggak bisa dibilang istilah dinasti. Dikasih duitpun masyarakat, kalau nggak suka ya tetap tidak dipilih. Mungkin istilah dinasti itu lebih tepat di Birokrasi, karena mendudukkan atau mengangkat (keluarga) tinggal ditentujan SK (surat keputusan). Kalau jadi DPR, DPRD kan prosesnya dipilih rakyat. Semua punya hak dan kesempatan yang sama. Mau Abang, anak, istri kalau sudah memenuhi syarat aturan menjadi caleg, kan bisa. Namun, masalah terpilih atau nggak terpilih masyarakat yang menentukan," jelasnya.

(fer/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved