Ini Cara Pembuatan Roti Ketawa Siantar
Roti ketawa Siantar belum setenar Roti Ganda atau Kopi Koktong. Namun, roti ini tetap mengundang decak kagum setiap pembelinya.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Roti ketawa Siantar barangkali belum setenar Roti Ganda atau Kopi Koktong. Namun, roti ini tetap mengundang decak kagum setiap pembelinya yang baru pertama kali mencicipi. Teksturnya yang rapuh membuat para pembeli sering bertanya-tanya bagaimana membuatnya.
Dari kunjungan Tribun di toko roti Ketawa "Roket" di Jalan Sangnawaluh, sang pemilik menceritakan bagaimana ia mengolah roti ketawa.
"Bahan-bahannya terigu, gula, mentega, telur, pengembang, vanilla. Ya, seperti biasa diaduk jadi satu. Setelah itu dibentuk. Setelah dibentuk, diberi wijen. Kalau yang kecil wijennya lebih banyak terpakai," ujar Desi, sang pemilik toko.
"Setelah itu, digoreng selama 15 menit di dalam minyak panas dengan api yang besar. Setelah diangkat, dia gak langsung dikemas. Dia didinginkan dulu pake kipas angin. Makanya kalau lu liat itu ada kipas, ya gunanya untuk itu. Setelah dingin baru dimasukkan ke plastik," ujarnya lagi.
Namun, ketika ditanya bagaimana roti ketawa itu bisa renyah, Desi mengaku heran. "Saya pun heran kenapa bisa rapuh. Ya, kita bikin seperti itu dia rapuh sendiri," katanya. Ia mengakui telah memproduksi roti ketawa sejak 1980.
"Bisa dikatakan ini khas Siantar lah. Karena konsisten ada. Kalau di daerah lain memang ada juga," katanya.
Desi mengaku, omzetnya bisa meningkat seratus persen pada hari libur dan hari-hari besar.
"Kalau hari libur bisa sampai 100-150 kilogram tepung habis. Kalau hari biasa paling 50 kilogram tepung," katanya. (cr1/tribun-medan.com)