Bukit Maraja yang Makin Sepi
Waktu itu masih ada proyek PLTA Inalum di Sigura-gura. Jadi mereka sering kemari. Pelanggannya dulu banyak orang Jepang
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kepala Lingkungan I Desa Marihat Bukit, K Br Sitepu mengatakan, di lokalisasi Bukit Maraja, ada 28 Wisma dengan jumlah 200 penghuni, termasuk pengusaha, mucikari dan PSK.
"Sekitar 200 penghuni dari 28 wisma. Di antara itu juga ada beberapa bar," katanya, Jumat (27/6/2014).
Sementara itu Kepala Desa Marihat Bukit, Suwanto, mengatakan di lokalisasi tersebut ada 100 kepala keluarga dan 100 bar.
"Sering juga ada program pembinaan dari Dinas Sosial, biasanya sekali setahun. Kebanyakan penyuluhan," ujarnya.
Suwanto mengatakan, lokalisasi Bukit Maraja dulunya merupakan kumpulan warung kopi.
"Awalnya tahu 69 ini masih kedai kopi. Kemudian tahun 71 mulai beroperasi lah ini," ujarnya.
Suwanto mengatakan lokalisasi tersebut semakin tahun semakin sepi dari pengunjung.
"Ngetopnya pas tahun 80-90-an. Waktu itu masih ada proyek PLTA Inalum di Sigura-gura. Jadi mereka sering kemari. Pelanggannya dulu banyak orang Jepang," katanya. (cr1/tribun-medan.com)