Masyarakat Siantar Keluhkan Uang Receh Tak Laku

Sejumlah masyarakat Kota Pematangsiantar mengeluhkan soal tidak bisanya lagi berbelanja dengan uang receh pecahan Rp 100 dan Rp 200.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sejumlah masyarakat Kota Pematangsiantar mengeluhkan soal tidak bisanya lagi berbelanja dengan uang receh pecahan Rp 100 dan Rp 200.

Hendri Rangkuti, siswa SMA YPK saat ditolak di salah satu kios di Jalan Cokroaminoto ketika hendak membeli permen dengan uang pecahan Rp 200, mengaku kecewa dengan keadaan tersebut. Ia pun mengaku bingung mempergunakan uang recehnya yang katanya masih banyak lagi di rumahnya.

"Kecewalah. Masa kayak gini. Di Medan aja kemarin aku ke sana masih laku. Mau diapakan jadinya uang ini," katanya, Selasa (22/7/2014).

Hal senada juga dikatakan Jerry, seorang warga ketika ditemui di depan halaman parkir bus pariwisata saat hendak membeli rokok secara ketengan.

"Susah juga kalau kayak gini harus pas-pas terus. Jadi kalau orang yang gak mampu gimana mau nabung. Orang gak mampu kan biasanya nabung uang-uang receh," katanya.

Jerry pun heran bagaimana awal mula uang receh tak lagi diterima di pasaran. "Aku pun heran kenapa kok bisa gak laku lagi ini. Akal-akalan siapalah ini," katanya.

Sebelumnya diberitakan, di Pematangsiantar, ung receh atau uang logam pecahan Rp 100 dan Rp 200 diketahui tak lagi laku di pasar-pasar, baik tradisional maupun modern, besar atau kecil, eceran atau toko.

(Cr1/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved