Rustam Effendi Nainggolan: Cita-citaku Dulu Jadi Camat

Rustam Effendi Nainggolan, Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara. Sebagai tokoh Sumut beliau sudah populer

Tayang:

Laporan wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBU-MEDAN.com, Medan - Rustam Effendi Nainggolan, Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara. Sebagai tokoh Sumut beliau sudah populer di masyarakat Sumatera Utara. Ia telah banyak mendapat penghargaan dan juga karir yang cemerlang di pemerintahan, tetapi siapa sangka dahulu beliau hanya bercita-cita untuk hanya menjadi seorang camat saja, seperti yang disampaikannya ketika berbincang dikediamannya Jalan Bering, Gaperta Medan, Jumat (6/2/2015)

"Dahulu saya bercita-cita untuk menjadi camat, karena dulu bagi saya seorang camat itu sangat gagah dengan baju putihnya, trus duduk didepan kalau ada acara dan masyarakat sangat hormat sama camatnya," katanya.

Bapak yang akrab disapa R.E ini mengatakan bahwa untuk mencapai cita-citanya itu dia sudah mempersiapkan dirinya. "Karena cita-cita saya ini, makanya saya kuliah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Medan, dan setelah tamat di tahun 1975 saya tatap berharap menjadi camat," ujarnya.

Selain itu, Kata R.E, Sewaktu memulai karirnya di pemerintahan dia selalu berusaha dan mempersiapkan dirinya untuk menjadi camat. "Pertama kali bergabung dengan pemerintahan saya mulai di kantor camat Pahae tahun 1976, dan setahun kemudian pindah kekantor camat Siborong-borong setelah itu saya menjadi Kabid sosial budaya Tapanuli Utara. Selama berproses disini saya selalu melakukan resep ajaran orang tua saya untuk menjadi seorang camat, seperti harus bekerja keras, tidak pernah berhenti belajar, memegang teguh persaudaraaan dan juga menghormati orang tua," katanya.

Bahkan menurut R.E, sewaktu dipercaya menjadi Kadis Pendapatan Kabupaten Tapanuli Utara, Ia sempat menolak dan meminta dirinya untuk dijadikan jadi seorang camat saja.

"Sewaktu saya dipilih jadi Kadis Pendapatan Tapanuli Utara 1982, saya bilang sama waktu itu supaya jangan saya ditempatkan disana. Saya minta saya jadi camat aja, mereka pada heran waktu itu, akhirnya mereka bilang bahwa saya lebih cocok dibidang ini daripada camat," ujarnya sambil tertawa.

Ia juga menambahkan bahwa sampai sekarang masih memikirkan cita-citanya ini. "Terkadang saya masih memikirkan cita-cita saya ini, walaupun tidak bisa lagi menjadi camat karena usia ," tambahnya sambil tertawa lagi. (cr7)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved