SMA 4 Jadi SMA Unggulan di Siantar, Ini Jawaban Disdik

Ketua Bidang Program Dinas Pendidikan Pematangsiantar Meisahri Uga menegaskan bahwa SMA Negeri 4 memang telah menjadi SMA

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Ketua Bidang Program Dinas Pendidikan Pematangsiantar Meisahri Uga menegaskan bahwa SMA Negeri 4 memang telah menjadi SMA unggulan secara legitimasi. Hal itu merujuk kepada SK Wali kota Pematangsiantar Nomor 420/914/VII/WK-THN 2011 tentang penetapan SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 4 sebagai Sekolah Unggulan di Kota Pematangsiantar.

"Pertama itu memang sudah jadi sekolah unggulan sejak 2011 dengan SK wali kota itu," kata Uga, saat ditemui di ruangannya, Selasa (17/3/2015).

Namun, Uga mengakui bahwa kenyataannya status unggulan SMA tersebut masih jauh api dari panggang. Ia menyebut, untuk menjadikan SMA Negeri 4 Pematangsiantar SMA yang benar-benar unggulan, pihaknya banyak meniru SMA 2 Balige dan SMA 1 Matauli Pandan yang mereka kunjungi beberapa waktu lalu saat studi banding.

"Cuma kelemahannya di sini belum ada kriteria yang dipenuhi. Hanya soal penerimaan siswa baru (PSB) aja. Artinya dalam pengelolaannya gak nampak pembedaan dengan SMA lain. Pengelolaanya tidak disebutkan di sini (SK Wali Kota)," katanya.

Uga menyebut, untuk dapat benar-benar sahih sebagai SMA unggulan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi.

"Semestinya dia sebagai pilot project. Memang di SK ini ada disebutkan. Tetapi kendalanya di sini di dalam pembiayaan sekolah itu, tidak bisa dianggarkan sepenuhnya dengan APBD," ujarnya.

Penyebabnya, kata Uga, adalah karena SK Wali Kota tidak cukup kuat untuk menjadi dasar pembiayaan revitalisasi dan optimalisasi SMA Negeri 4 menjadi SMA unggulan.

"Dia perlu dana yang besar. Kalau ini (SK) jadi dasar untuk dapat dana dari APBD, in kurang kuat. Karena ini hanya keputusan walikota. Dia baru kuat kalau berupa Perda," katanya.

Selanjutnya, Uga mengakui bahwa akreditasi SMA Negeri 4 juga turun drastis pascakonflik yang terjadi di sekolah tersebut semasa Wali Kota RE Nainggolan.

"Kemudian akibat dilanda konflik semasa Pak RE, sekolah ini menurun drastis dari akreditasinya dari A menjadi C. Dengan akreditasi C ini kesulitan untuk mendapatkam bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat semakin tinggi," katanya.

Uga menyebut, alasan yang membuat akreditasi SMA Negeri 4 turun menjadi C adalah karena sarana dan prasarananya.

"Sarana dan prasaranan penyebab utama akreditasi itu tadi turun. Waktu mendapatkan A itu manajemennya baik," katanya.

Adapun SMA Negeri 4 Pematangsiantar sempat berakreditasi A sejak tahun 1996 hingga 2006. Akreditasi sekolah tersebut anjlok menjadi C sejak 2006 sampai sekarang.

Uga menambahkan, Pemko Pematangsiantar mendesak untuk membuat peraturan daerah yang bisa mengatur tentang sekolah unggulan, agar biayanya dapat ditampung melalui APBD.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Tags
Siantar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved