Olagafood Bantah Daur Ulang Bahan Kedaluarsa

Sejak diberitakan menggunakan bahan yang diduga kedaluarsa dalam pembuatan mi merek Alhami, PT Olagafood mengaku mengurangi

Tayang:
Facebook
Produk mie instan yang dipasarkan PT Olagafood Industri 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak diberitakan menggunakan bahan yang diduga kedaluarsa dalam pembuatan mi merek Alhami, PT Olagafood mengaku mengurangi produksinya. Mereka pun membantah tudingan para buruh yang menyebut bahwa mi itu menggunakan bahan baku kedaluarsa.

"Kami tidak mungkin menggunakan bahan baku kedaluarsa. Karena, itu tentu akan merugikan kami sendiri," ujar Manager Operasional PT Olagafood, Daniel I Vianco, Rabu (1/4/2015).

Menurut Daniel, tudingan para buruh itu dimentahkan dengan hasil uji Laboratorium Analisis Kalibrasi Balai Besar Agro-Bogor tanggal 9 Februari 2015. "Di dalam hasil uji lab tersebut, dengan nomor analisis 561, 562 dan 563, produk mi instan pabrik Olagafood Tanjung Morawa memenuhi standart SNI," kata Daniel.

Ia mengungkapkan, selain memegang hasil uji lab, PT Olagafood juga telah menjalani pemeriksaan Balai POM. "Pada tanggal 23 Maret 2015, Balai POM di Medan dengan nomor P4 09.82.834.03.15.3189 dan pada tanggal 27 Maret 2015 berdasarkan surat tugas Kepala BPOM, dengan nomor P4 09.82.834.03.15.3261 telah menginvestigasi proses mi instan di pabrik Olagafood," ungkap Daniel.

Ia menyebut, bahwa mi yang sudah kedaluarsa tidak digunakan lagi dalam bahan baku pembuatan mi instan baru. "Mi yang kedaluarsa kita tarik, dan kita musnahkan. Sebagian lainnya digunakan untuk pakan ternak," kata Daniel.

Baca Juga:

Buruh PT Olagafood Diminta Atasan Kumpulkan Mi Kedaluwarsa

Buruh Olagafood Akan Putar Video Daur Ulang Mi di Persidangan

NEWS VIDEO: BPOM Belum Menemukan Adanya Pelanggaran Olagafood

BPOM Medan Terima Laporan Terkait PT Olagafood 

Sementara itu, para buruh yang sempat melaporkan PT Olagafood ke Polda Sumut tetap bersikukuh menuding pihak perusahaan menggunakan bahan baku kadaluarsa dalam proses produksinya.

Buruh juga menyebut perusahaan telah melakukan tindakan semena-mena dengan merumahkan puluhan karyawan pascapemberitaan bahan keduarsa dimuat dalam pemberitaan.

(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved