Konsolidasi Golkar Agung Laksono
M Faisal Dimarahi Orangtuanya Namanya Dicatut Golkar Agung Laksono
Beberapa nama pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Utara mengklarifikasi secara terbuka pencatutan nama yang masuk dalam SK Pengurus
Laporan Wartawan Tribun Medan / Feriansyah Nasution
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa nama pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Utara mengklarifikasi secara terbuka pencatutan nama yang masuk dalam SK Pengurus Pelaksana Tugas DPD Partai Golkar Sumatera Utara versi Agung Laksono.
Klarifikasi atau bantahan terbuka itu disampaikan dalam rapat pleno diperluas yang digelar DPD Golkar Sumut pimpinan H. Ajib Shah dihadiri seluruh Pengurus DPD Golkar Kabupaten/Kota se Sumut, di Balai Rasa Sayang Hotel Polonia Medan, Jumat (10/4/2015).
Beberapa Pengurus DPD Golkar Sumut yang mengklarifikasi karena merasa namanya hanya dicatut kubu Agung Laksono, adalah M Faisal, Horas Sitompul, Hanafiah Harahap dan Isma Fadli Arya Pulungan, Sabar Syamsurya Sitepu. Sedangkan pengurus lain yang namanya masuk namun tidak tampak hadir atau tidak menyampaikan surat resmi klarifikasi, adalah Fernando Simanjuntak, Sudirman Halawa dan Syafrida Fitri.
Sedangkan dua nama lain yang sudah dinilai terang-terangan menyebrang ke Golkar Sumut kubu Agung, Yasir Ridho Lubis dan Chaidir Ritonga, pada acara itu langsung dinyatakan dipecat dari kepengurusan.
M Faisal, yang juga Anggota DPRD Sumut, menegaskan tidak ada konfirmasi terhadap dirinya dimasukkan dalam Pengurus Pelaksana Tugas Golkar Sumut versi kubu Agung Laksono. Dihadapan seluruh kader yang hadir, Faisal mengaku tahu namanya dicatut dari media massa.
"Saya terus terang terkejut Ketua. Dan mohon maaf saya sampai kenak marah dengan orangtua," aku Faisal disambut tawa haru hadirin.
Apalagi, Faisal merasa aneh namanya hanya dibuat sebagai wakil bendahara. Padahal posisi dirinya di kepengurusan Ajib Shah menjabat wakil ketua.
"Logikanya saja masak saya mau turun pangkat?, bukan malah naik. Jadi saya tegaskan saya tidak ada meminta nama saya dibuat disana, itu hanya dibuat-buat," kata Faisal. Usai mengklarifikasi Faisal kemudian menyerahkan pernyataan tertulisnya kepada Ajib yang memimpin rapat.
Sementara, Horas Sitompul, juga menegaskan namanya hanya dicatut.
"Personaliti Ketua memimpin sangat luar biasa. Kalau ada yang berkhianat kepada Ketua itu berarti juga luar biasa. Saya tegaskan sekali pun saya tidak akan menghianati Ketua. Karena disini cara berorganisasi yang benar," pungkasnya disambut senyum ringan Ajib.
Hanafiah Harahap mengaku tidak pernah meminta namanya dimasukkan. Apalagi yang tercantum bukan nama lengkapnya.
"Nama lengkap saya Muhammad Hanafiah Harahap. Kalau pun memang yang tercantum (Hanafia Harahap) itu nama saya, maka tidak pernah saya minta nama saya untuk dimasukkan. Saya tidak gampang menjadi pemberontak apalagi penghianat," tukasnya dengan beretorika. Wakil Ketua Pemenangan DPD Golkar Sumut wilayah Medan ini pun turut memberi pernyataan tertulisnya kepada Ajib.
Isma Fadli Pulungan, pengurus DPD Golkar Sumut, yang mantan anggota DPRD Sumut menegaskan, mengaku sudah dari dahulu tahu siapa penghianat di kepungurusan Ajib Shah.
"Kalau yang disebut namanya tadi adalah penghianat, kami sudah dari dulu tahu ketua. Memang harusnya dari dulu, kalau baru sekarang diberhentikan sebenarnya terlambat. Karena seorang sekretaris itu harus dipilih yang ramah, tidak perlu anggar suara besar," kata Isma menyindir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ajib-shah-golkar-sumut-saat-berbincang_20150410_220333.jpg)