Ujian Nasional 2015
Disebut Terburuk di Indonesia, Ini Jawaban Ketua Panitia UN di Medan
Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Kota Medan, Masrul Badri mengaku bingung saat dikonfirmasi mengenai penilaian
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Kota Medan, Masrul Badri mengaku bingung saat dikonfirmasi mengenai penilaian Ombudsman RI bahwa pelaksanaan UN di Medan terburuk.
"Saya bingung, itu didapat di beberapa ruang kelas, dari ribuan ruang kelas di Medan. Inspektorat lain lagi komentarnya. Hari ini di running text TV One ditulis, Inspektorat bilang: kertas jawaban UN yang beredar di Medan bukan kunci jawaban yang asli. Jadi kita bingung," katanya, saat dihubungi Tribun, Kamis sore (7/5/2015).
Persoalannya, bukan itu asli atau palsu, tapi bagaimana itu ada di tangan siswa?
"Itu lah. Padahal semua udah kita ingatkan untuk mematuhi POS UN. Supaya memeriksa siswa sebelum masuk ruang kelas. Mulai dari hari pertama itu kita ingatkan. Hari ketiga, keempat itu kita keraskan lagi," kata Masrul.
Masrul tetap berkelit dan tak mengakui bahwa temuan kertas jawaban ini merupakan suatu kesalahan. "Sebenarnya gak ada kelengahan. Kepala sekolahnya udah kita ingatkan, pengawas udah kita ingatkan. Aku lemas ini. Makanya saya juga bingung ini," katanya.
Sebelumnya dikabarkan, Ombudsman RI menilai pelaksanaan UN di Medan terparah se-Indonesia.
"Medan terparah. Ini kesimpulan sementara kita. Pak Menteri juga bilang gitu," kata Kepala Perwakilan Sumut Ombusman RI, Abyadi Siregar, di kantornya di Jalan Majapahit, Kamis (7/5/2015).
(amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-ombudsman-ri-perwakilan-sumut-abyadi-siregar_20150504_103420.jpg)