breaking news

NEWSVIDEO: "Terima Kasih Indonesia, Telah Selamatkan Nyawa Kami"

Mirisnya penderitaan warga Rohingya yang berdomisili di Myanmar. Kenapa tidak, mereka hanya dibolehkan sekolah sampai kelas 5 SD

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tarmizi Khusairi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mirisnya penderitaan warga Rohingya yang berdomisili di Myanmar. Kenapa tidak, mereka hanya dibolehkan sekolah sampai kelas 5 SD. Hal itu dikatakan Muhammad Harun saat dijumpai www.tribun-medan.com ditempat penampungan, Senin (18/5/2015).

Ia juga menceritakan mereka tidak boleh jadi mekanik, dokter bahkan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pria 21 tahun ini, mengaku bapaknya dibunuh saat di sana (Myanmar). Namun, ia tetap bersyukur ibunya masih hidup sampai saat ini."Di sini saya sendiri di sini, terima kasih Indonesia, telah menyelamatkan nyawa kami," ujarnya.

Dia menambahkan, rumahnya pun pernah dibakar, hingga ia tidak memiliki tempat rumah lagi."Harapan kami ya semoga konflik berakhir, dan kami hidup dalam keberagaman yang aman dan saling menghargai perbedaan," katanya.

Kepala Kantor Imigrasi Medan Lilik Bambang Lestari mengatakan, ada 96 imigran ilegal asal Rohingya dan Bangladesh."Bangladesh 53 orang dan Rohingya, Myanmar 43 orang," katanya. Semua biaya selama di Indonesia, kata Lilik, dibiayai oleh International Organization for Migration (IOM).

(Tar/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved