Lembu Hitam, Ayam dan Kambing Jadi Persembahan Upacara Parmalim
Ugamo Parmalim merayakan upacara persembahan Sipaha Lima di Hutatinggi Laguboti Tobasa selama tiga hari, yaitu tanggal 28-30 Juni 2015.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit
TRIBUN-MEDAN.com - Ugamo Parmalim merayakan upacara persembahan Sipaha Lima di Hutatinggi Laguboti Tobasa selama tiga hari, 28 Juni sampai 30 Juni 2015.
Upacara ini merupakan salah satu upacara terbesar Ugamo Parmalim yang dirayakan setiap tahun sebagai ungkapan tanda syukur kepada debata na mula na jadi na bolon.
Dalam upacara ini setiap umat akan mengambil peran melakukan persiapan.
Seperti yang dituturkan oleh Toga Sitorus salah satu umat keturunan pimpinan ugama Parmalim ketika melakukan persiapan upacara puncak, Senin (29/6/2015).

Laki-laki Parmalim yang sudah nikah memakai penutup kepala berwarna putih. (Sumber: artikel.okeschool.com)
Ia menuturkan persiapan acara ini dilaksanakan oleh semua umat.
"Persiapan dalam acara ini dilakukan oleh semua umat, yang laki-laki nanti mempersiapkan altar persembahan, yang wanita mempersiapkan aneka panganan dan juga persembahan, dan anak kecil biasanya membantu untuk membersihkan halaman," ujarnya.
(Baca juga: Warga Parmalim Terpaksa Kosongkan Kolom Agama di KTP)
Menurut Toga dalam upacara pesembahan ini mereka akan mempersembahkan seekor lembu, tiga ekor ayam kampung beraneka warna dan kambing berwarna putih.
"Dalam persembahan ini kami sudah persiapkan seekor lembu berwarna hitam, tiga ekor ayam yaitu ayam jarum bosi, ayam merah polin, ayam putih, seekor kambing putih," katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sibo Gultom, salah seorang tetua ugamo Parmalim, ia menuturkan bahwa tiga ekor ayam beraneka ragam ini dipersembahkan untuk yang mereka percayai.

"Ayam jarum bosi kita persembahkan untuk Tuhan Simaribulu Bosi, ayam putih untuk Tumula Najadi Nabolon, ayam merah polin untuk Raja Naopat Puluh Opat," katanya.
Ia juga menuturkan bahwa setiap orang harus mengikuti aturan yang ada dalam ugamo parmalim ketika menghadiri acara ini.
"Setiap orang yang ikut dalam acara ini, harus mengenakan kain sarung biar sopan, kalau laki-laki yang sudah nikah memakai penutup kepala berwarna putih, dan yang tentuanya kita semua akan di balut oleh ulos," katanya.
(Ikuti berita Upacara Persembahan Sipaha Lima di www.medan.tribunnews.com)
(cr7/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perempuan-sedang-mempersiapkan-persembahan_20150629_131239.jpg)