NEWSVIDEO: Yuk Belajar Gitar Klasik di Taman Budaya

Steven Elkan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Medan ini sudah mengikuti les gitar klasik mulai dari bulan Mei 2014 silam. Alhasil saat sekarang ini

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nikson Sihombing

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Steven Elkan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Medan ini sudah mengikuti les gitar klasik mulai dari bulan Mei 2014 silam. Alhasil saat sekarang ini dia dan empat rekannya sering memainkan gitar dari satu cafe ke cafe yang lain.

Ia mengaku setelah setahun belajar, kini ia sudah mahir membaca not balok dan memainkannya dengan gitar. Musik klasik yang dimainkannya saat itu ialah Allegro ciptaan M. Guiliani.

"Dulu aku tidak paham membaca not balok. Juga aku sama sekali tidak paham apa itu musik klasik. Kini aku lumayan tahu sih. Nah ini mau masuk ke judul lagi berikutnya, yaitu Mazukura ciptaan C. Henze," ujarnya saat dijumpai di Taman Budaya, Selasa (7/7/2015).

Menurutnya musik klasik itu ialah musik yang tanpa memiliki lirik lagu tetapi hanya alunan nada santai dan merdu. Alunan musik klasik tersebut tetap bisa dinikmati dan bisa membuat kita tenang. Karena musik klasik bisa membuat relaksasi.

Selain itu, ia mengatakan cara bermain musik klasik itu juga berbeda dengan gitar pada umumnya. Menurutnya cara memainkan musik klasik itu lebih sering dipetik daripada dirambas. Tapi tak selamanya harus dipetik, karena beberapa bagain dari musik klasik harus merambas tali gitar, misalnya pada bagaian penutupan lagu.

Sang pelatih, Army Harianja mengatakan, tahap pertama belajar musik klasik ialah memperkenalkan not balok kepada siswa. Dalam tahap itu akan dijelaskan secara dahulu baru dijelaskan. Menurutnya untuk mempelajari membaca balok itu membutuhkan waktu satu bulan.

"Yang paling susah dalam praktek membaca not balok itu ialah memahami serta memainkan nilai nada. Jadi siswa yang mearasa bingung. Semua itu tergantung bakat siswa. Jika siswanya berbakat maka tidak akan susah belajar tahap dasar itu," ujar di sesi latihan berlangsung.

Ia mengatakan dalam mempelajari musik klaisk tidak cukup hanya berbakat saja. Tapi harus giat latihan. Karena bakat hanya 20 persen saja, selebihnya itu ialah usaha.

"Menurut saya musik klasik itu adalah musik dari abad ke -17. Nah jika siswa suka musik klasik tetap bisa memainkannya. Musik klasik itu sangat memungkinkan jadi musik relaksi untuk memenangkan pikiran," ujarnya.

Ia mengatakan yang palingbsusah dalam bermain musik klasik sistem penjarian. Musik klasik itu melatih gerak motorik. Sedangkan untuk belajar gerak motorik khusus jari itu butuh kesabaran siswa.

Tenaga Fungsional, Divisi Musik Taman budaya Sunatera Utara, Hendri Perangin-angin mengatakan musik klasik sudah ada di taman budaya sudah ada sejak 1990. Sejak 25 tahun ia sudah mengajar gitar klasik yang dipelajarinya kepada siapa saja yang ingin belajar. Saat itu jumlah orang yang ingin belajar gitar klasik sebanyak 30 orang.

"Orang yang belajar tersebut berasal dari berbagai golongan. Ada yang pelajar tingkat SMP, SMA, anak kuliah. Bahkan orang yang sudah kerja juga tertarik untuk belajar gitar klasik," katanya.

(cr6/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved