Legenda Pusuk Buhit

Mandi Air Hangat Di Kaki Gunung Keramat Pusuk Buhit

Selain Danau Toba dan peninggalan sejarah, Samosir memiliki gunung yang menghasilkan belerang dan memiliki mata air panas atau aek rangat.

Tayang:
Tribun Medan/Silfa Humairah
Salah satu kolam pemandian di kaki Gunung Pusuk Buhit. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR-Pulau Samosir memang kaya akan tempat wisata. Selain mengandalkan Danau Toba dan peninggalan sejarah, Samosir juga memiliki gunung yang menghasilkan belerang dan memiliki mata air panas atau sering disebut aek rangat oleh penduduk, dan disebut hot spring oleh turis lokal dan mancanegara.

Pemandian air panas yang terletak di Gunung Pusuk Buhit, Kota Pangururan di Kabupaten Samosir tersebut menjadi wisata yang diminati turis lokal dan mancanegara. Pusuk Buhit bagi sebagian orang, terutama dari masyarakat batak, adalah gunung keramat karena pencipta alam semesta untuk pertama kalinya menunjukkan diri di tempat ini.

Aek Rangat atau Hot Spring terletak persis di bawah kaki Pusuk Buhit, titik tertinggi di kawasan Danau Toba. Air hangat tersebut mengalir dari gunung besar yang bewarna putih keabu-abuan tersebut.

Baca: Air Kolam Bidadari Satu-satunya Mata Air di Gunung Pusuk Buhit

Keindahan gunung yang menghasilkan air hangat tersebut juga tak lepas menjadi objek foto yang menarik. Selain warnanya yang unik tidak seperti gunung pada umumnya, kaki gunung tersebut juga mudah didaki karena sudah memiliki akses naik.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan air hangat langsung dari aliran gunung bisa juga mengambilnya dari celah-celah batu. Tapi tentu tidak bisa untuk mandi karena suhunya yang cukup tinggi.

Di kawasan kaki gunung, banyak penduduk membuka kolam-kolam pemandian. Kolam-kolam tersebut langsung menampung aek rangat dari kaki gunung yang kemudian dicampur dengan air tawar untuk menetralkan kadar kepanasan dan kadar belerang yang tinggi dari kaki gunung.

Baca: Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Pusuk Buhit

Selang air yang dipasang pengelola pemandian mengurat di kaki gunung Pusuk Buhit

Roha, pengurus pemandian Hot Spring Panguruan, menuturkan tempatnya memiliki pilihan beberapa kolam. Ada kolam yang cukup panas, dan sedang. Dan kolam untuk wanita dan pria serta kolam untuk anak-anak.

"Kami membeda-bedakan kolam untuk kenyamanan pengunjung, khususnya untuk anak-anak, kita buatkan kolam yang rendah atau pendek serta tidak panas," jelasnya.

Selain kolam, ada juga warung untuk memesan makanan khas Samosir atau khas Batak seperti mie gomak dan teh susu telur (TST) dan aneka cemilan lainnya.

Ia menuturkan aek rangat pangururan dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kulit karena memiliki kandungan belerang yang tinggi.

"Selain melihat mata aek rangat dari gunung, dan mendokumentasikan gunung yang besar ini, wisatawan juga datang untuk menyembuhkan elergi kulit atau sakit pinggang dengan mandi aek rangat," katanya.

Baca: Cerita Jeruk Purut, Sirih, dan Telur Ayam Kampung di Pusuk Buhit

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved