Demi Cita-cita, Wanita Cantik Ini Rela Jaga Toilet

"Saya bertugas dari jam 9 malam sampai besok paginya jam 6. Kadang-kadang jam 7 nunggu penjaga yang pagi datang,"

Tribun Medan / Ammar
Leni Ardila (23), seorang gadis yang merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara berjuang demi menyanggupi biaya kuliahnya dengan bekerja sebagai penjaga toilet di Taman Ahmad Yani, Kota Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Leni Ardila (23), seorang gadis yang merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara berjuang demi menyanggupi biaya kuliahnya dengan bekerja sebagai penjaga toilet di Taman Ahmad Yani, Kota Medan.

"Saya bertugas dari jam 9 malam sampai besok paginya jam 6. Kadang-kadang jam 7 nunggu penjaga yang pagi datang," ujar dara yang akrab disapa Dila ini kepada Tribun, Sabtu (15/8/2015).

Bahkan, gadis cantik ini bekerja setiap hari tanpa libur.

"Sabtu-Minggu juga kerja. Kan saya bukan pegawai," ujarnya, sambil tertawa.

Pekerjaan itu yang tak dapat dipandang sebelah mata itu dilakoni Dila sejak mulai ia semester satu kuliah.

"Awalnya saya gak bisa tidur malam. Terus gak dapat uang jajan. Terus iseng-iseng aja jaga malam di sini. Terus sampai sekarang tapi jadinya," ujarnya.

Diakui Dila, selama bertugas malam, tak jarang ia menghadapi bermacam-macam situasi yang menegangkan.

"Sering orang yang kemari itu orang habis pulang dari diskotik. Orang-orang mabok. Nanti datang kemari muntah-muntah. Kadang orang juga sering gangguin. Saya gak terlalu tanggapi. Saya pasang muka masam aja, jadi orang gak macam-macam," katanya.

Dila mengaku, ia harus ekstra ketat mengatur waktunya demi kesehatannya.

"Pertama mikir gitu. Kuliah kan pagi-pagi. Sementara malam gak tidur. Tapi ya bodoh amat. Siapa sih yang gak mikirin itu. Karena terpaksa jadi biasa. Namanya untuk kebutuhan," ujarnya.

Sebelum jadi penjaga toilet, Dila juga pernah berjualan ikan di Pasar Kampung Lalang. Di pasar itu, ia berjualan pagi-pagi buta.

"Sebelum jaga ini saya juga pernah di Pasar Kampunglalang. Jualan ikan. Serem memang. Tapi karena pada saat itu tekad saya kuat, jadi gak takut. Jam 3 pagi saya sudah harus ke pasar. Gak mikir resiko lagi saat itu. Kalau mikirin resiko ya gak dijalanin terus," katanya.

Apakah tidak berpikir untuk mencari pekerjaan lain?

"Terpikir sih ada. Tapi saya rasa, kalau kerja yang lain kuliah saya pasti akan terganggu. Nanti lah, kalau udah tamat pasti saya akan mencari pekerjaan," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved