Misteri Pembunuhan Perempuan Mongolia Buat Najib Razak "Ketar-ketir"
Misteri pembunuhan seorang wanita Mongolia muda Altantuya Shaariibuu di Malaysia yang diinvestigasi secara mendalam oleh jaringan televisi Al Jazeera
TRIBUN-MEDAN.com - Misteri pembunuhan seorang model asal Mongolia Altantuya Shaariibuu di Malaysia yang diinvestigasi secara mendalam oleh jaringan televisi Al Jazeera membuat Perdana Menteri Najib Razak ketar-ketir.
Pasalnya pembunuhan brutal perempuan yang diduga menyimpan rahasia paling kelam dari pejabat tinggi negara itu tewas dengan cukup mengenaskan.
Dia tewas pada bulan Oktober 2006 dengan cara dibom menggunakan bahan peledak militer untuk menghilangkan jejak serta identitasnya.
Hasil investigas itu membuat Kantor Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak harus buru-buru mengeluarkan tanggapan resmi terkait dengan pembunuhan Altantuya.
Program 101 East untuk kawasan Asia-Pasifik dan telah memenangkan penghargaan Al Jazeera, telah menghasilkan laporan rinci terkait pembunuhan Altantuya ini dan dipublikasikan pada 10 September 2015 kemarin. Inilah rekaman video investigasi tersebut:
Dalam kejahatan yang menarik perhatian media lokal dan internasional, cerita di balik pembunuhan Altantuya tetap tersembunyi dalam misteri hampir sembilan tahun lamanya. Ini memicu kecurigaan segaja ditutupi oleh penguasa.
Kasus ini tetap sangat sensitif. bahkan reporter investigasi, Mary Ann Jolley, dideportasi dari Malaysia selama melakukan penyelidikannya.

Satu dari dua petugas dari pasukan perlindungan elite pemerintah Sirul Azhar Umar, yang telah ditemukan bersalah atas pembunuhan Altantuya ini, mengungkapkan kalau dirinya dijadikan kambing hitam. Dia menegaskan hanya menjalankan perintah atasannya.
101 East telah menemukan bukti bahwa Sirul Azhar Umar, yang melarikan diri dari Malaysia sebelum keputusan pengadilan dan kini ditangkap di Australia.
Dia berusaha untuk bernegosiasi dengan kasus tersebut dan meminta sejumlah uang untuk tidak membeberkan kasus itu lebih dalam lagi.
Berikut ini adalah pernyataan yang dikirim ke Al Jazeera oleh juru bicara pemerintah Malaysia dalam menanggapi hasil investigasi 101 East:
"Perdana Menteri tidak tahu, tidak pernah bertemu, tidak pernah punya komunikasi dengan dan tidak memiliki hubungan apapun dengan almarhum.
Dua individu dihukum bukan merupakan pengawal pribadi Perdana Menteri. Tuduhan ini sengaja menyesatkan, dan telah digunakan untuk menjadikan teori konspirasi tidak berdasar. Mereka adalah anggota dari unit Kepolisian Kerajaan Malaysia yang menyediakan keamanan untuk pejabat pemerintah dan kunjungan pejabat. Perdana Menteri tidak menyadari tindakan individu sampai penangkapan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/altantuya-shaariibuu-model-asal-mongolia-tewas-di-malaysia_20150914_122125.jpg)