Video

Keterlaluan! Tak Senang Ditegur, Anak Pengusaha Tampar Polisi Ini

Saya akan melanjutkan kasus ini dan akan menyelesaikannya secara hukum. Ini merupakan penghinaan bagi saya dan juga pada institusi Polri.

Editor: T. Agus Khaidir

Laporan Wartawan Tribun Medan/Tarmizi Khusairi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang polisi lalulintas, Brigadir Fandy, ditampar oleh anak pemilik Toko Naga Mas Murni di Jl Pandu, Medan, Sumut, Senin (14/9/2015).

Dipapar Fandy, kejadian berawal saat dia melintas kawasan padat lalu lintas itu. Sejumlah mobil parkir di bahu jalan dan ada pula yang parkir di tempat yang terlarang.

Salah satunya mobil yang diparkir persis di depan toko. Baca juga: Lakukan Ini Sekali Seminggu, Wajah 10 Tahun Jadi Lebih Muda

"Saya bertanya, itu mobil siapa. Ternyata mobil milik pengusaha toko ini. Saya kemudian bilang, supaya mobil tersebut dipindahkan karena keberadaannya mengganggu arus lalu intas," kata Fandy kepada wartawan.

Menurut dia, pemilik toko sebenarnya tidak mempermasalahkan tegurannya. Tapi entah kenapa, anak pengusaha tersebut mengomel-ngomel.

"Kata dia, 'yang lain, kok, tidak ditilang? Kan banyak yang parkir berlapis juga'. Saya bilang, mobilnya tidak ditilang. Cuma ditertibkan agar jangan parkir berlapis karena bikin macet. Yang lainnya juga akan ditertibkan. Tapi satu-satu lah, mana bisa saya lakukan tindakan ini sekaligus, kata saya. Tapi entah bagaimana, setelah itu, dia memukul kepala saya, dekat kuping sebelah kiri," ujarnya.

Usai memukul, imbuh Fandy, anak pemilik toko itu lari ke dalam rumah dan naik. Fandy mencoba mengejar, namun orangtua lelaki muda ini (ditaksir antara 17-20an tahun) menghalang- halangi.

Mereka juga sebenarnya telah berupaya meminta maaf. Namun menurut Fandy, tindakan ini sudah keterlaluan. Ia merupakan aparat negara yang sedang bertugas.

"Saya akan melanjutkan kasus ini dan akan menyelesaikannya secara hukum. Ini merupakan penghinaan bagi saya dan juga pada institusi Polri," kata Fandy.

Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Hasan, mengatakan pihaknya telah secara resmi melaporkan tindak pemukulan tersebut ke Sat Reskrim Polresta Medan, Selasa (15/9/2015).

"Pihak Sat Reskrim sudah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata dan warga sekitar. Termasuk kepala lingkungan setempat. Kita tunggu saja hasilnya," ucap Hasan.

(tar/tribun-medan.com)

Baca juga: Misteri Pembunuhan Perempuan Mongolia Buat Najib Razak "Ketar-ketir"

Update informasi Anda dengan berita-berita terkini, ekslusif, unik, dan menarik dari Medan dan Sumut dengan like fanpages Facebook: tribun-medan.com dan follow Twitternya: @tribunmedan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved