Suami Telantarkan Istri Sakit Kanker
"Selamat Pagi, Mama Sudah Meninggal Dunia Pak"
Penderita kanker payudara stadium empat, Elly Damanik yang ditelantarkan suaminya (Iskak Simanjuntak) menghembuskan nafas terakhir di Ruang Pemulihan
Pasalnya gaji yang diperoleh suaminya sebagai PNS di Pemkab Simalungun ditransfer ke situ.
"Saya sendiri cuma ibu rumah tangga, nggak ada penghasilan. Alasan dia meminta ATM, mau ambil uang sedikit untuk memperbaiki sepeda anak saya."
Dipapar Elly, setelah memperbaiki sepeda, ia terkejut mendapati anaknya Kristian Simanjuntak (anak nomor tiga) pulang seorang diri.
Kristian bercerita ia dititipkan ayahnya pada seorang sopir angkutan umum dan dipesankan supaya diturunkan di gang depan rumah mereka.
"Waktu saya tanya kemana suami saya, anak saya bilang kalau ayahnya sedang menjahitkan celana yang robek. Tapi ditunggu-tunggu sampai sore, sampai malam, sampai besok dan sampai hari ini, tidak juga pulang. Saya hubungi ke ponselnya tidak nyambung. Bahkan dia tidak tahu kalau saya sekarang sudah dirawat di sini," ujar warga Jl Pendeta Wismar Saragih, Gg Karsim, Kota Pematangsiantar ini.
Sebelum dirawat inap di RSUP Adam Malik, Elly sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Djasaman Saragih Siantar.
"Pihak Djasaman merujuk saya ke Adam Malik supaya bisa dirawat lebih intensif. Mereka bilang di sini peralatannya lebih lengkap."
Ditanya alasan yang membuat Iskak Simanjuntak meninggalkannya, Elly menggelengkan kepalanya. Air matanya menitik, mengalir membasahi kedua sisi pipinya yang kusam tak bercahaya.
Elly menyebut, ia dan Iskak Simanjuntak selama ini tidak memiliki masalah pribadi. Rumah tangga mereka langgeng-langgeng saja.
Namun memang, imbuhnya, sejak Elly dideteksi menderita kanker payudara, Iskak terkesan kurang menyetujui pengobatan medis.
Sebaliknya, ia selalu mendorong Elly agar berobat ke orang pintar atau menjalani pengobatan alternatif.
"Saya penginnya berobat ke dokter, agar bisa kemoterapi. Tapi suami saya bilang, kalau dikemoterapi kondisi saya malah akan semakin buruk. Sering dia bilang, kemoterapi itu membuat pasien lebih cepat mati. Saya menurut. Tapi karena semakin gawat, keluarga saya membawa saya ke rumah sakit," ujar Elly.
Sempat Menelepon
Beberapa hari setelah Iskak Simanjuntak tak kembali ke rumah, Elly mengadu ke keluarga besarnya dan mereka kemudian memutuskan untuk memasang iklan di koran.
Hal ini sebenarnya didorong kekhawatiran. Elly takut suaminya ini mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/istri-ditinggal1_20151001_160510.jpg)