Arungi Sungai Sambil Menikmati Berbagai Sudut Indah Hutan Leuser

"Jadi peserta arung jeram tinggal duduk manis sambil menikmati arus sambil menjerit-jerit merasakan sensasi guncangan arus," katanya.

Tribun Medan/Silfa Humairah
Turis mancanegara mencoba menyusuri Sungai Bahorok menggunakan ban. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com BAHOROK - Wisata Taman Nasional Gunung Leuser cukup luas dan memiliki banyak pintu masuk, bisa dari Bukit Lawang, Tangkahan, Glugur hingga Batu Rongring.

Begitu pula wisata arung jeramnya, bisa menyusuri Sungai Buluh di Tangkahan, menyusuri sungai Glugur di Glugur dan Sungai Bahorok di Bukit Lawang.

"Dan tiap tempat menawarkan pemandangan berbeda-beda pula dan memiliki sudut yang tetap membuat takjub pula," kata Hendrik, pemandu wisata.

Kalau arus di Sungai Bahorok lebih cocok arung jeram. Arusnya banyak dan kuat, jadi kerap memberi cipratan-cipratan air saat ban melewatinya, tambah Hendrik.

Untuk mendayung dan mengelakkan terbawa arus, tiap rombongan ban akan memiliki dua sampai tiga pemandu, satu atau dua orang di belakang untuk menjaga barang penumpang agar tidak hanyut dan mengelakkan ban agar tidak kena batu atau sangkut dan satu pemandu berada di depan untuk mendayung dan mengarahkan ban penumpang

"Jadi peserta arung jeram tinggal duduk manis sambil menikmati arus sambil menjerit-jerit merasakan sensasi guncangan arus dan cipratan air yang tinggi hingga membasahi seluruh tubuh," katanya.

Untuk biaya, wisata arung jeram dikenakan Rp 100 ribu per orang. Untuk mencapainya, wisatawan bisa menggunakan sepeda motor dan mobil karena jalannya cukup besar. Tapi, dihimbau berhati-hati karena banyak lubang dan jalan belum diaspal.

Dari Medan, menuju kawasan arung jeram Bukit Lawang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Sedangkan dari Binjai sekitar 1,5 jam. (sil/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved