breaking news
Ini Kisah Penjaga Kamar Mayat RSU Pirngadi yang Mengaku Berkenalan dengan Mayat
"Waktu magrib ketika saya mandi, pernah pintunya diketuk dari luar. Waktu saya panggil tidak ada yang menjawab, akhirnya saya buka dan tidak ada orang
Penulis: Tulus IT |
Laporan wartawan Tribun Medan / Nanda Fahriza Batubara
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sopian alias Biring yang berprofesi sebagai penjaga kamar mayat Rumah Sakit dr Pirngadi Medan mengaku kalau dirinya sering mendapat pengalaman mistis selama bekerja sebagai penjaga ruang instalasi jenazah di RSU Pirngadi Medan.
"Kalau ditanya tentang pengalaman menakutkan pasti ya banyak," ujarnya sembari mengingat satu kejadian yang secara logika hal itu susah diterima dan pengalaman itu selalu lekat di ingatannya.
Ia pun memulai ceritanya saat pertama bertugas di kamar mayat. Saat tidur ia dipindahkan, entah oleh siapa, ia pun tak tahu.

Tribun Medan / Array/ Sejumlah siswa SMA MAN I Medan saat mendatangi kamar jenazah RSUD Pirngadi Medan untuk melihat jasad M Rizky Harahap (17) yang tewas ditabrak kereta api.
"Waktu pertama saya tidur di sini, pagi hari saya terbangun sudah dipindahkan ke dekat comberan selokan. Padahal saya tidur di kamar yang letaknya persis di dekat kamar mayat," ujarnya sambil tersenyum, Senin (7/12/2015).
Selain itu, pengalaman yang cukup membuat bulu kuduk berdiri. Pengalaman lain saat ia sedang mandi pun pernah mengalami kejadian aneh.
"Waktu magrib ketika saya mandi, pernah pintunya diketuk dari luar. Waktu saya panggil tidak ada yang menjawab, akhirnya saya buka dan tidak ada siapa-siapa," ujarnya lagi.
Ia mengaku, dirinya pernah bertanya kepada ustadz mengenai pengalaman dirinya yang acapkali diganggu.
Kata sang ustadz, sebenarnya mereka (mayat) ingin mengucapkan terima kasih.
"Tapi mungkin begitu cara mereka. Yah, biasanya kalau ada mayat yang masuk, saya langsung bersihkan mayat dan langsung saya kasih kain untuk menutupi badan sang mayat,"ujarnya.
Sekarang, katanya, dirinya tidak pernah lagi diganggu. "Kecuali kalau ada masuk mayat baru, biasanya kami kenalan terlebih dahulu," katanya.
Biring mengaku apabila ada mayat yang tidak diketahui identitasnya atau sering disebut MrX, dirinya akan menunggu paling tidak sekitar tiga minggu. Biasanya, kata pria 52 tahun ini, pihak rumah sakit akan menyimpan mayat yang belum diambil keluarganya di dalam tempat pendingin mayat.
"Apabila tidak ada juga keluarga yang datang, maka pihak rumah sakit mengambil kebijakan untuk menguburkan mayat tersebut di tempat perkuburan massal yang ada di Delitua,"katanya.
Ia mengaku hampir setiap hari ada mayat yang masuk ke kamar mayat RSU dr Pirngadi Medan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/biring-saat-mengangkat-jenazah-warga-myanmar-tribun-medancom_20151207_170611.jpg)