10 Bahasa Tubuh yang Penting Diperhatikan saat Wawancara Kerja
Bahasa tubuh berbicara lebih lantang daripada kata-kata dan bahasa tubuh yang positif bisa membantu wawancara kerja.
TRIBUN-MEDAN.com - Selain CV, bahasa tubuh juga memainkan peran yang sangat penting dalam wawancara kerja. Bahasa tubuh berbicara lebih lantang daripada kata-kata dan bahasa tubuh yang positif bisa membantu wawancara kerja. Berikut ini sepuluh bahasa tubuh yang bisa membantu wawancara kerja:
1. Kontak mata: Ini merupakan hal yang paling penting yang harus diperhatikan oleh para kandidat. Melakukan kontak mata dengan pewawancara, membuat pewawancara merasa bahwa kamu memperhatikan semua pernyataannya.
2. Tersenyum: Hal kedua adalah tersenyum, namun bukan berarti kamu harus tersenyum sepanjang waktu, karena itu akan membuat kamu terlihat aneh. Kamu dapat tersenyum untuk hal-hal yang tepat, seperti ketika mereka melihat CV kamu, ketika pewawancara memberikan lelucon, atau ketika berjalan ke dalam ruangan. Hal ini dapat menghilangkan kegugupan dan membuat pewawancara menilai kamu dengan cara yang positif. Senyum memberikan kesan bahwa kamu pribadi yang menyenangkan.
3. Berhenti gelisah: Ketika kamu gelisah dengan benda apapun selama wawancara, hal itu dapat memberikan kesan bahwa kamu tidak tertarik. Jadi, jangan biarkan kebiasaan gelisah datang di sekitar kamu dan pekerjaan kamu.
4. Jangan bersandar di kursi: Ini merupakan salah satu dari sepuluh bahasa tubuh yang bisa membantu wawancara kerja. Bersandar di kursi sambil berbicara memberikan kesan bahwa kamu adalah pemalas. Tak satu pun dari sifat-sifat ini akan membantu kamu mendapatkan pekerjaan. Pastikan kamu duduk lurus dan memusatkan semua perhatian.
5. Tidak menyilangkan tangan: Duduk dengan menyilangkan tangan dapat menunjukkan bahwa kamu enggan terbuka terhadap ide-ide dan terkesan seperti menantang. Selama sesi wawancara, tetaplah menjaga tangan kamu di atas meja dan duduk dengan postur lurus. Hal ini dapat memberi kesan bahwa kamu siap untuk wawancara dan ingin mendengar saran dari pewawancara.
6. Jangan terus menyentuh rambut: Wanita memiliki kecenderungan untuk terus menyentuh rambut mereka. Hal ini sering menimbulkan keliru. Sebab, kamu dianggap tidak memerhatikan dan mengalihkan perhatian pewawancara. Sebaiknya, ikat rambut dengan rapi, sehingga kamu tidak harus memperbaiki rambut setiap kali pewawancara memberikan pertanyaan.
7. Menggunakan gerakan tangan: Wanita memiliki kecenderungan menggunakan terlalu banyak gerakan tangan selama wawancara. Kebiasaan ini sering tidak diperhatikan selama wawancara. Sangat penting untuk bersikap secara resmi selama wawancara dan tidak menjelaskan semuanya dalam bahasa isyarat.
8. Terlalu ramah: Selama sesi wawancara, hindari cekikikan dan tertawa yang berlebihan. Tidak apa-apa ketika kamu sesekali tersenyum, namun bersikap terlalu ramah bukan hal yang baik. Tunjukan sikap sopan dan profesional.
9. Jangan menguap: Ini adalah tanda terburuk dalam sebuah wawancara. Menguap dapat memberikan tanda bahwa kamu bosan, malas, dan mengantuk. Sebaiknya, cukup tidur sebelum melakukan wawancara untuk menghindari perasaan mengantuk keesokan harinya. Selain itu, hindari juga sarapan yang berminyak yang mungkin membuat kamu merasa lambat dan lamban.
10. Berjabat tangan: Pada akhir wawancara, ketika pewawancara memberikan jabat tangan, maka kamu harus membalas dengan jabat tangan yang erat, tidak terlalu lemah dan tidak terlalu kuat. Sebuah jabat tangan menunjukkan kepercayaan diri. Itulah mengapa berjabat tangan merupakan salah satu dari 10 bahasa tubuh yang bisa membantu wawancara kerja. (Intisari Online)